Halooo… Yang Bergaji Rp7-10 Juta, Bisa Ikut Program Rumah DP 0% Anies-Sandi

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Buat kamu yang belum punya rumah dan bergaji Rp7-10 juta, serta ingin punya rumah di Jakarta, bisa ikut program pembelian rumah down payment (DP) atau uang muka nol rupiah. Program ini milik Gubernur dan Wakil Gubernur Pemprov DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, konsep pembelian rumah DP nol rupiah ditujukan bagi warga DKI Jakarta yang berpendapatan Rp7 juta hingga Rp10 juta. Jadi, harus yang sanggup membayar cicilannya.

Baca juga: Uang Muka Nol Persen Ga Mustahil Kok, Kalau…

“Mereka yang pendapatannya di bawah itu tidak cocok (untuk ikut program ini),” katanya seperti dikutip dari metro.tempo.co, Rabu (12/7). Sandiaga menyatakan, saat ini pihaknya tengah mematangkan program tersebut.

Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan, dengan minimal penghasilan Rp7 juta per bulan, program tersebut ditujukan bagi kalangan masyarakat menengah. Masyarakat menengah ke bawah penghasilannya tidak mencapai Rp7 juta per bulan, jadi tidak dapat ikut program tersebut.

Baca juga: Kalau Kendaraan Bisa DP Nol Persen, Kenapa KPR Tidak?

Menurut Ali, program pembelian rumah DP nol persen tersebut hampir tak ada bedanya dengan skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) dengan DP 1%.

“Sama aja, FLPP rumah subsidi kan DP udah bisa 1%, bedanya kan enggak jauh (dengan yang 0%), meskipun itu ada (syarat) landed Rp150 juta,” kata Ali Tranghanda seperti dikutip detikFinance, Kamis (13/7).

Dengan gaji Rp7 juta per bulan, maka  cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan adalah sebesar Rp 2,1 juta. Hal ini sesuai ketentuan piahk bank, yakni besaran cicilan yang bisa ditanggung seseorang adalah 30% dari gaji bulanannya. Persentase itu sudah termasuk cicilan utang yang lain, katakanlah cicilan kendaraan bermotor, gadget, dan lain-lain.

Baca juga: Cari Rumah di Bojong Gede? Ini Ada DP Nol Persen!

Kalau kamu telanjur sudah punya cicilan yang lain semisal kendaraan bermotor atau gadget, maka angka Rp2,1 juta itu harus dikurangi dengan besaran cicilan yang kamu sudah punya itu. Maka, sisanya adalah angka yang bisa kamu ajukan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), semisal Rp1 juta.Kenapa total cicilan harus 30% gaji? Pihak bank berpendapat harus ada 70% dari gaji yang digunakan untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari. Bila yang digunakan untuk cicilan lebh dari 30%, bank khawatir akan terjadi kredit macet.

Sandiaga menjelaskan bahwa pemohon programnya harus bisa menyisihkan gajinya untuk menabung.

“Kalau dia pendapatannya Rp7 juta, tapi pengeluarannya Rp6,9 juta, enggak akan bisa partisipasi,” kata Sandiaga seperti dikutip dari  detikFinance, Rabu (12/7).

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me