UU Arsitek Disahkan, Apa Untungnya Bagi Masyarakat ?

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Undang-undang Arsitek akhirnya disyahkan sejak dibahas pemerintah dan DPR pada Juli 2016.  UU tersebut terdiri 11 bab dan 45 pasal. Pemerintah berjanji melaksanakan amanat UU ini agar  kalangan arsitek dapat memberikan kontribusi pada pembangunan nasional.

Pengesahan UU Arsitek

Pengesahan UU Arsitek

“Kita upayakan dalam setiap pembangunan ada keterlibatan arsitek sehingga pembangunan di Indonesia bisa menunjukkan karakter dan identitas bangsa. Hal ini juga untuk melestarikan dan menjaga budaya lokal dalam setiap perancangan fisik bangunan di segala bidang,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (11/7).

Basuki menyebutkan,  UU Arsitek akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada profesi arsitek dan masyarakat pengguna jasa arsitek. Dengan adanya UU ini arsitek dituntut lebih bertanggungjawab terhadap karyanya. Mutu harus terjamin sehingga arsitek perlu terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Secara umum UU ini mirip dengan UU profesi lain seperti kedokteran.

Untuk menjamin kompetensi tersebut diperlukan adanya standarisasi profesi arsitek. Ini mencakup standar pendidikan, program profesi, dan standar kinerja arsitek. “UU Arsitek ini juga mengatur kerjasama antara arsitek lokal dan arsitek asing yang bekerja di sini. Yang menjadi penanggung jawab arsitek local, bukan asing,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me