Sunrise Bisnis Properti Bernama Kabupaten Tangerang (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan ulasan tentang pertumbuhan Kabupaten Tangerang. Di sebutkan bahwa daerah ini adalah sunrise properti yang akan semakin berkembang.

Posisinya yang tak jauh dari Jakarta membuat kawasan ini semakin diburu. Kabupaten Tangerang pun dilabeli sebagai kawasan sunrise property yang akan terus bersinar.

Seorang wartawan asli Tangerang, Oey Hok Tjay dalam salah satu tulisannya pernah berkisah, pada tahun 1900-an wilayah Kabupaten Tangerang dikenal sebagai sentra pembuatan kerajinan topi bambu dan pandan yang sangat digemari masyarakat Asia Tenggara hingga Eropa.

Saking tenarnya, sampai-sampai para kerani di terusan Panama pun banyak yang keranjingan mengenakan topi buatan Tangerang yang wilayah produksinya terkonsentrasi di beberapa desa seperti Balaraja, Cikupa, Tiga raksa, Tenjo dan lainnya. Sayang karena sesuatu hal pamor tersebut akhirnya perlahan menghilang Kisah ketenaran Tangerang sebagai sentra produksi topi kelas dunia tersebut memang telah lama sirna ditelan waktu.

Namun, bukan berarti pamor Tangerang juga ikutan luruh. Sebab, dalam kondisi aktual, kawasan yang memiliki luas 111.038 Ha ini, mulai bergeser menjadi kawasan pemukiman yang potensial. Beberapa wilayah, seperti Cikupa, Tigaraksa, Pasar Kamis, dan Balaraja bahkan tercatat sebagai daerah pemasok perumahan kelas menengah atas di wilayah Jabodetabek.

Ada beberapa faktor utama yang membuat Kabupaten Tangerang memiliki prospek kinclong bagi pergulatan bisnis properti, antara lain; harga properti di Kabupaten Tangerang masih terjangkau, setidaknya dibanding tetangganya semacam Serpong, BSD dan Alam Sutera.

Sekedar contoh, di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, harga tanah saat ini sudah mencapai Rp10 juta-Rp15 juta per meter perseginya. Sementara di Kabupaten Tangerang, rata-rata harga tanah masih di kisaran Rp3,5 juta per meter persegi. Meskipun, jika dibandingkan tahun lalu pertumbuhan harga lahan di sini cukup pesat, yaitu sebesar 40%.

Lie Min, Principal PRO/MAX Serpong Boulevard menuturkan, di Kabupaten Tangerang saat ini pertumbuhan landed house masih mendominasi dibandingkan highrise. “Daerah penyumbang terbesar hunian di Kabupaten Tangerang adalah kawasan Cikupa dan Pasar Kamis. Sementara, untuk daerah yang paling diminati adalah yang dekat dengan fasilitas umum, seperti dekat stasiun commuterline,” ujar Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Provinsi Banten, ini.

Selain harga lahan yang masih affordable, keberadaan pabrik-pabrik di kawasan Tangerang juga menjadi faktor utama yang menjadikan prospek kawasan ini bersinar. Sebab, jumlah pekerja yang besar berbanding lurus dengan kebutuhan akan pemukiman di wilayah tersebut.

Beberapa tahun terakhir, Wilayah Kelapa dua, Pagedangan, Legok, dan Curug tumbuh menjadi pusat bisnis baru yang cukup berkembang. Kawasan yang diba ngun oleh sektor swasta ini sukses menciptakan kawasan-kawasan perkantoran baru, kawasan niaga, kawasan pemukiman, kawasan pendidikan hingga keberadaan rumah sakit berskala internasional.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com