Triwulan II Permintaan Pasar Mulai Menunjukan Peningkatan

Big Banner

Pada teriwulan II 2017 sub sektor gedung perkantoran menunjukkan peningkatan permintaan, sementara pasolkan belum bisa mengimbangiu tingkat permintaan membuat tingkat hunian terkoreksi.

Sementara pasar ritel tidak mengalami perubahan yang signifikan dimana tingkat hunian masih cukup tinggi dengan jumlah pasokan yang terbatas. Tingkat permintaan dari sektor F&B dan Fashion masih cukup tinggi selama triwulan kedua tahun 2017 ini.

Berbeda dengan pasar hunian vertikal seperti beberapa triwulan sebelumnya masih mengalami perlambatan penjualan khususnya untuk untuk kelas mewah dan menengah keatas , sementara penjualan di kelas menengah dan menengah kebawah masih terbilang stabil.

Demikian rilis yang diteroima mpi-update.com dari JLL Rabu (19/07). Dijelaskan aktivitas pasar perkantoran selama triwulan kedua mengalami peningkatan cukup signifikan. Khusus tingkat hunian di pasar perkantoran CBD dan Non – CBD mengalami penurunan. Hal ini disebabkan adanya sejumlah jumlah pasokan Perkantoran baru. Tingkat permintaan di CBD mencapai ± 92 ,000 sqm sementara untuk Non – CBD mencapai ± 46,000 sq m.

Para pengembang saat ini lebih terbuka untuk bernegosiasi mengenai harga sewa. Adapun sektor yang masih aktif selaku penyewa selama beberapa bulan terakhir antara lain E – Commerce, IT, Insurance dan professional services.“

Adapun tingkat serapan kondominium pada triwulan kedua tahun 2017 secara umum mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya menjadi 64 % . Permintaan kondominium terbesar pada triwulan kedua datang dari pasar kondominium menengah dan menengah kebawah .

Kondominium yang baru diluncurkan datang dari kelas menengah dan menengah kebawah dan berlokasi di Jakarta Barat, Selatan dan Timur. Pasokan kondominium baru hingga empat tahun kedepan mencapai ± 59,000 unit.

Pergerakan harga kondominium pada triwulan kedua mengalami sedikit kenaikan pada kelas menengah dan menengah kebawah disebabkan oleh masih cukup aktifnya permintaan di kelas tersebut.”

Disebutkan triwulan kedua tahun 2017 para pengembang dan konsumen nampaknya masih cukup kehati – hatian dalam mengantisipasi pasar.

Beberapa pengembang mulai melakukan reposisi pasar untuk menyesuaikan kondisi permintaan pasar saat ini . Strategi pemerintah untuk memberikan upaya kemudahan berbisnis bagi pengusaha lokal maupun asing diharapkan dapat menumbuhkan harapan baru bagi pasar.

Investor asing masih bergairah untuk memasuki pasar Indonesia ditandai dengan banyaknya aktivitas mengenai eks plorasi pasar properti di Indonesia un tuk semua sektor dan semua Segmen. Pembangunan infrastruktur juga memicu minat investor lokal/asing untuk pengembangan TOD.

Pembangunan infrastruktur yang signifikan, pertumbuhan makro ekonomi yang stabil, dan berbagai kemudahan yang diberikan untuk para pebisnis lokal maupun asing menjadi salah satu magnet yang kerap menarik investor luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

Sejumlah negara seperti Hongkong, Singapura, Jepang, dan China masih terlihat sangat antusias di berbagai sektor seperti residensial (tapak maupun vertikal) , perkantoran dan pergudangan.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me