Meikarta: Pertaruhan Lippo di ‘Manhattan Made in Cikarang’ (3)

Big Banner

Kawasan Cikarang bisa dibilang salah satu kawasan yang identik dengan Lippo Group. Sudah sejak lama, pengembang yang bisnis utamanya telah menggurita di segala bidang ini mencoba peruntungannya di Cikarang melalui pengembangan kawasan kota mandiri Lippo Cikarang.

Dikembangkan di atas lahan seluas 3 ribu hektar, saat ini kawasan residensial di Lippo Cikarang telah dihuni oleh lebih dari 46.000 penduduk serta kawasan industri yang terdiri atas 820 pabrik. Pada tahun 2014, Lippo Group melalui anak usahanya, PT Lippo Cikarang Tbk, meluncurkan proyek properti terpadu (mixed use) bertajuk Orange County senilai Rp 250 triliun di Cikarang.

Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 322 hektare (ha) dengan megakonstruksi 16,5 juta m2. Saat itu, Central Business District (CBD) seluas 82,3 ha di kawasan industri itu diklaim lebih besar dari area pusat bisnis di kota-kota negara maju, seperti Hudson Yards New York, ICC Union Square Hong Kong, dan Roppongi Hills Tokyo.

Sejumlah apartemen juga telah diluncurkan di Orange County, diantaranya, Irvine Suites dan Westwood, Pasadena Suites yang merupakan menara ketiga di Orange County, menara apartemen keempat Burbank, Glendale Park menara kelima dan teranyar Newport Park yang bekerjasama dengan Mitsubishi. Sebagian dari unit-unit apartemen yang dipasarkan di Orange County tersebut habis terjual.

Dilansir dari laman berita tirto.id, Direktur Lippo Group Danang Kemayan Jati menegaskan proyek-proyek Lippo yang telah diluncurkan sebelum Meikarta masih tetap berjalan. Termasuk Orange County yang disiapkan akan menjadi bagian dari Meikarta nantinya. “Semuanya tetap jalan,” kata Danang. Sepanjang kuartal I 2017, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) termasuk salah satu pengembang yang terkena imbas dari lesunya bisnis properti.

Begitupun, perusahaan pengembang yang tergabung dalam imperium bisnis milik Mochtar Riady ini sukses bertahan di posisi puncak dengan raihan pendapatan terbesar di antara pengembang lainnya. Pada kuartal I-2017 LPKR membukukan pendapatan Rp2,5 triliun, menyusut tipis dibandingkan pendapatan di kuartal I-2016 sebesar Rp2,6 triliun. Penyusutan ini juga diikuti perolehan laba bersih sebesar Rp 142,66 miliar atau turun sebesar 54,17% dibanding kuartal I-2016 sebesar Rp311,28 miliar.
Pendapatan Lippo Karawaci masih ditopang oleh divisi Properti dan Urban Development, Large Scale Integrated, serta recurring income yang berkontribusi sebesar 72% atau senilai Rp1,8 triliun. MPI/Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me