Sabarrr…. Hingga 2019 Jakarta-Cikarang Bakal Lebih Macet

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kemacetan di koridor Jakarta-Bekasi bakal semakin parah. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif di koridor itu berakibat pada penyempitan jalan dan menghambat laju kendaraan. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Kamis (20/7), kemacetan parah itu paling tidak akan berlangsung hingga tahun 2019.

Kemacetan di tol

Kemacetan di tol Bekasi-Jakarta

Di koridor timur Jakarta ini ada empat proyek infrastruktur yang dikerjakan secara bersamaan. Keempat proyek tersebut adalah jalan tol Jakarta-Cikampek II yang dibangun melayang (elevated) di atas jalan tol eksisting, light rail transit (LRT) Jakarta-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan jalan tol Cibitung-Cilincing di simpang susun Cibitung Km 25. Untuk menghindari kemacetan para pengendara perlu mencari alternatif jalan lain. Bila tidak tersedia pilihan maka mental harus ekstra sabar dan menyiapkan fisik lebih prima.

Tanpa ada beberapa proyek itu pun dari Cawang hingga Bekasi macet parah. Kendaraan di jalan tol dan non tol cenderung tidak bergerak sehingga kondisinya seperti kendaraan parkir. Bila sebelumnya kemacetan terjadi pada jam sibuk pagi dan sore, sekarang terjadi sepanjang hari bahkan hingga tengah malam.

Proyek jalan tol Jakarta-Cikampek elevated yang diandalkan untuk mengurai kemacetan panjangnya lebih 36 km yang ditarget selesai tahun 2019. Biaya pembangunan proyek ini sebesar Rp16,2 triliun yang dikerjakan PT Jasa Marga (Persero) dan PT Ranggi Sugiron Perkasa. Jalan ini terbagi 9 seksi, yaitu Cikunir-Bekasi (2,99 km), Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 km), Bekasi Timur-Tambun (4,34 km), Tambun-Cibitung (3,3 km), Cibitung-Cikarang Utama (4,46 km), Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 km), Cikarang Barat-Cibatu (3,16 km), Cibatu-Cikarang Timur (2,45 km), dan Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 km).

housing-estate.com