Tips Membeli Rumah dengan Penghasilan yang Pas-pasan

Big Banner

Rubrik Tips & Triks Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan tips dan panduan bagaimana cara membeli rumah dengan penghasilan yang pas-pasan. Berikut beberapa point yang perlu diperhatian:

Mengatur Keuangan

Setelah meneguhkan tekad untuk membeli rumah, persiapkan modal dengan cara menabung. Agar lebih mudah mengatur serta menyisihkannya, buatlah semacam fl ow pengaturan yang tepat. Salah satunya, Anda dapat mengunakan strategi 50-30-20 untuk memenuhi tiga pos kebutuhan sehari-hari.

Begini kira-kira: gunakan 50% gaji Anda untuk kebutuhan sehari-hari seperti membayar kontrakan, transportasi, dan makanan. Selanjutnya, pakai 30% gaji untuk keperluan sekunder seperti berwisata dan berderma. Sisanya, yaitu 20% wajib disimpan dalam tabungan yang tidak boleh diganggu gugat.

Sebelum menggunakan strategi ini, hitung dulu pemasukan per bulan yang Anda dapatkan. Tentukan pula, apakah Anda akan menggabungkan pendapatan dengan pasangan untuk membuat budget tersebut. Semakin besar pemasukan, kian banyak pula uang yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Auto Debit Tabungan

Langkah selanjutnya adalah konsisten dalam menabung, sebab hal ini ternyata cukup sulit untuk dijalankan. Kadang, ada saja kebutuhan-kebutuhan tak terduga yang menyebabkan uang untuk menabung terpakai. Agar tidak sengaja terambil, gunakan sistem tabungan auto debit per bulan.

Akan lebih baik jika Anda menentukan waktu auto debit sehari setelah menerima gaji. Hal ini akan sangat membantu Anda menyisihkan uang untuk menabung dengan cepat dan tanpa repot. Setelah uang di rekening berkurang, Anda pun akan lebih berhati-hati menggunakannya bukan? Anda juga bisa membuat tabungan ekstra dari hasil penghematan kebutuhan sehari-hari di rekening terpisah. Bukan hanya dari berhemat, uang bonus, lembur, serta side job pun bisa Anda masukkan ke sana. Jangan lupa, kontrol diri Anda untuk tidak menghamburkan uang yang dimiliki.

Jangan Berutang!

Perencanaan keuangan serta tekad menabung yang sudah mantap akan siasia apabila Anda berutang. Salah satu jenis utang yang kini umum dimiliki orang ialah cicilan kartu kredit. Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak memiliki kartu sakti ini di dompet Anda. Ya, menggunakan kartu kredit memang enak! Anda dapat bertransaksi di mana saja dan kapan saja dengan mudah.

Belum lagi penawaran diskon serta berbagai promosi menggiurkan dari bank penerbit kartu. Tidak heran jika segelintir orang bisa punya lebih dari satu kartu untuk digunakan sendiri. Saat bertransaksi dengan kartu kredit, uang di dompet dan rekening memang tidak berkurang. Harus diingat, sebenarnya ada utang yang harus Anda lunasi sebelum jatuh tempo. Jika tidak, Anda bisa denda berlipat bahkan mimpi punya rumah pun bisa kandas karena bank memberikan catatan kredit yang buruk.

Sesuaikan Harga Rumah

Saat akan memilih rumah idaman, buatlah budget yang akan dikeluarkan. Hitung hasil tabungan yang dimiliki, apakah sudah cukup atau belum, setidaknya untuk membayar uang muka terlebih dulu. Ini dilakukan agar Anda dapat mengukur kemampuan untuk membeli rumah tersebut.

Jangan pernah memaksakan untuk membeli rumah dengan harga yang di luar kemampuan. Jika Anda tidak dapat melunasinya, tentu hal ini akan menambah beban di masa datang. Uang yang telah dicicil akan hangus, rumah pun bisa disita oleh bank pemberi KPR.

Cari KPR yang Tepat

Saat ini, jenis KPR yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia ialah jenis konvensional dan juga syariah. Masing- masing jenis tersebut tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebelum memilih, lebih baik Anda cari tahu lebih dalam soal dua jenis KPR tersebut.

Cukup banyak jenis KPR yang disertai dengan promosi, baik berupa cicilan ringan atau bunga yang fi xed. Sebenarnya, dua faktor tersebut belum tentu membuat Anda lebih untung saat mencicil rumah. Akan lebih pas jika Anda memilih KPR didasari oleh kebutuhan saat ini.

Sebagai contoh, Anda tidak memiliki budget untuk membayar cicilan rumah. Agar tidak ngos-ngosan di tengah jalan, akan lebih baik jika Anda memilih jenis KPR dengan jangka waktu (tenor) panjang. Saat ini pun sudah cukup banyak bank penyedia KPR yang memberikan tenor hingga 20 atau 25 tahun.

Siapkan Uang Muka

Terhitung sejak Agustus 2016, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan keputusan untuk menurunkan Loan to Value (LTV) KPR. Hal ini pun berimplikasi pada penurunan DP rumah. Uang muka yang tadinya berkisar antara 30 % hingga 50% turun menjadi 15% hingga 20% khusus untuk
rumah tapak.

Misalnya Anda membeli rumah seharga Rp350 juta, itu berarti DP yang perlu dipersiapkan ialah sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta. Apabila uang tabungan belum cukup, Anda bisa menjual aset pribadi seperti emas atau kendaraan pribadi. Jangan khawatir! Setelah kondisi keuangan mulai stabil, Anda pasti bisa membeli barang-barang tersebut kembali.

Cara lain, Anda harus rajin mencari rumah dengan promosi uang muka ringan. Malah, Anda pun bisa menemukan rumah-rumah yang bisa dicicil tanpa DP sama sekali. Hal ini akan sangat meringankan Anda yang ingin segera memiliki rumah.

Beli Rumah Subsidi

Khusus bagi Anda yang memiliki gaji Rp4 juta ke bawah bisa mendapatkan rumah subsidi dari pemerintah. Rumah tersebut umumnya dipatok di bawah Rp150 juta, namun harganya berbedabeda tergantung pada daerahnya. Uang muka yang dibutuhkan mulai dari 1%, cicilannya hanya 5% dan fi xed selama 20 tahun. MPI/Urbanindo.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me