Perumnas Menggagas Inovasi Konstruksi Baru untuk Rumah Rakyat

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Kiprah Perumnas dalam mengatasi masalah backlog perumahan menjadi ujung tombak dalam penyediaan rumah bagi rakyat. Selaku mitra Pemerintah yang diberikan mandat ini, Perumnas siap meningkatkan kapasitas penyediaan rumah dengan cepat ke pasar khususnya kelas menengah bawah.

Perumnas dalam siaran persnya yang diterima mpi-update Rabu (19/07) menyatakan telah melakukan survey, didapati bahwa mayoritas penduduk Indonesia dengan segmen menengah bawah mampu melakukan cicilan lima ratus ribu rupiah per bulannya

“Survey itu dilakukan di beberapa kota besar yang memilki populasi tinggi tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Hal ini yang mendorong kami untuk terus melakukan inovasi atas konstruksi rumah yang dapat menghasilkan biaya yang rendah dimana pada akhirnya dapat berimbas pada harga rumah itu sendiri, tambahnya”. Terang Bambang Triwibowo Direktur Utama Perum Perumnas.

Tidak hanya melulu berfokus pada inovasi rumah dengan harga murah, tetapi juga yang memiliki kualitas yang baik pula, imbuh Kamal Kusmantoro, Direktur Produksi Perum Perumnas.

Untuk memenuhi kemampuan cicil konsumen ini, Perumnas harus bisa menyediakan rumah-rumah yang ekonomis bagi mereka, baik itu dari segi harga tanah maupun biaya produksi, tanpa mengurangi kenyamanan, ketahanan dan kualitas bangunan. Caranya adalah dengan mengefisiensikan biaya produksi melalui inovasi yaitu menerapkan konstruksi precast untuk membangun rumah yang dapat dijangkau oleh konsumen Perumnas.

“Untuk itu kami membangun rumah contoh sebagai wujud inovasi kami melakukan percobaan dan riset agar menghasilkan metode konstruksi rumah yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya, mutu, dan waktu,” papar Kamal di Laboratorium Perumnas Klender.

Galih Prahananto selaku Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis mengklaim sudah melakukan penelitian dan pengujian dari November 2016 pada beberapa bahan konstruksi. Hasilnya beton precast merupakan salah satu solusi inovasi konstruksi berkualitas tinggi dengan biaya rendah. Selanjutnya pihaknya melakukan pengujian bahan beton precast ini pada rumah tapak, yang nantinya dapat diterapkan untuk rumah rakyat, lanjutnya.

“Kelebihan precast ini masa konstruksinya sangat singkat sekitar 2 minggu, hemat dalam penggunaan tenaga kerja, dan dari segi kualitas pun lebih baik daripada menggunakan batu bata,” jelas Galih Prahananto mengenai teknologi precast pada rumah tapak.

Perumnas telah melakukan uji coba pada 2 rumah contoh precast yang dibangun di Laboratorium ini, menunjukkan penggunaan beton precast dengan tebal dinding 7 cm pada rumah tapak ini dapat menurunkan harga konstruksi yang sebelumnya Rp 1.8 juta per meter persegi menjadi berkisar Rp 1.2 juta hingga Rp 1.4 juta per meter perseginya. Dari segi kesiapan pun dinding beton precast ini memiliki tekstur halus dan siap pengecatan, terangnya
Gagasan inovasi penggunaan precast untuk rumah tapak bagi MBR ini tentu akan menjawab kebutuhan pembangunan rumah secara masal dan penyediaan kemampuan cicil KPR konsumen Perumnas yang terjangkau nantinya.

Inisiasi ini sebetulnya merupakan rangkaian dari beberapa inisasi stategis yang akan dilaksanakan dalam rangka HUT Perumnas ke 43. Selanjutnya Perumnas akan melaksanakan agenda atas beberapa proyek stategis kami seperti TOD, Antapani Bandung, Cibungbulang Bogor. Lain dari itu, beberapa inisiasi bersama dengan Kementerian BUMN berupa Bedah Rumah dan beberapa inisiasi lokal lainnya seperti Gebyar Rusunawa, dan kegiatan olahraga juga akan dilakukan. Hal ini dibalut menjadi agenda yang tidak hanya seremonial semata bagi internal, tetapi juga bertujuan untuk menghadirkan Perumnas di tengah-tengah masyarakat Indonesia terutama di sektor Perumahan.

mpi-update.com