Atur Ruangan Lebih Simpel & Elegan dengan Scandinavian Model

Big Banner

Rubrik Tips dan Triks Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan tips tentang bagaimana menata ruangan agar lebih simple dan elegan dengan Scandinavian Model.

Menurut MPI simpel namun tetap mengedepankan sisi fungsional sebagai ciri utamanya. Dewasa ini, kata Skandinavia tidak lagi hanya digunakan untuk menyebut negara-negara yang terletak di Eropa Utara seperti Swedia, Norwegia, dan Denmark.

Lebih dari itu, penyebutan nama untuk negara bagian nordik tersebut kini lebih sering didengar, khususnya yang berkaitan dengan desain interior. Gaya Skandinavia dalam interior ruangan mulai diperkenalkan pada tahun 1950-an.

Gaya interior ini dimulai ketika terjadinya krisis di kalangan menengah Eropa Utara pasca perang dunia ke II yang mereka hadapi. Skema yang diusung desain ala skandinavia bertumpu pada fungsi, kenyamanan dan kealamian material bangunan yang sangat identik dengan material kayu dan bahkan sangat minim dengan ornamen yang terlalu berlebihan, namun tetap stylis, minimalis, ramah lingkungan.

Ketika kawasan Eropa Tengah mengadopsi gaya art deco yang klasik, sebaliknya masyarakat Skandinavia memilih membuat desain yang lebih simpel, dan memanfaatkan material yang ada di sekitarnya, tanpa mengurangi estetika keindahan.

Bertahun kemudian gaya inilah yang akhirnya melekat pada Scandinavian model; kesederhanaan, minimalis, dan fungsional, juga menampilkan estetika dari sebuah hunian. Belakangan, konsep ini tak hanya booming di Eropa Utara, namun juga mulai diadopsi oleh sejumlah desainer interior di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Secara teori, ada enam prinsip yang harus diaplikasikan dalam desain interior bergaya Skandinavia, yaitu multifungsi, alam, warna, pencahayaan, inovasi, dan humanistik. Prinsip-prinsip tersebut lahir tidak lain karena latar belakang masyarakat dan kondisi alam di wilayah Skandinavia.

Pemilihan warna netral Soal warna, desain interior bergaya Skandinavia banyak menggunakan warna-warna natural yang terinspirasi dari alam sekitar. Karena itu, palet klasik khas skandinavia kebanyakan berwarna hitam dan putih yang berkombinasi dengan gradasi abu-abu dan warna tanah seperti beige, juga warna kecokelatan kayu atau motif fl ora banyak diterapkan pada gaya ini.

Selain itu, warna putih juga dominan digunakan karena warna ini dinilai yang terbaik untuk memantulkan cahaya alami matahari yang terbatas. Misalnya, diterapkan pada bagian lemari dapur, furnitur, dan sebagainya. Berkat warna dasar ini, Anda dapat dengan mudah melukis gambar yang menunjukkan karakter Anda pada setiap sisi hunian Anda.

Lantai Salah satu yang ditonjolkan dalam desan ala Skandinavia adalah penggunaan material yang alami. Lantai yang sering digunakan adalah lantai parket. Tapi, Anda juga bisa menggantinya dengan tegel yang bercorak kayu yang lebih murah, tapi tetap indah.

Jika kayu imitasi juga tidak bisa Anda dapatkan, maka bisa diganti dengan lantai biasa yang bercorak polos/solid dengan warna- warna netral seperti abu-abu, hitam, atau coklat tanah. Penggunaan karpet tidak direkomendasi kan. Namun apabila Anda tetap ingin menggunakannya, pilih karpet dengan ukuran kecil dan warna netral.

Salah satu yang ditonjolkan dalam desain ala Skandinavia adalah penggunaan material yang alami. Pencahayaan Cahaya alami adalah salah satu ele men alam yang memengaruhi dan menentukan gaya desain Skandinavia. Rangka perabotan yang dibuat ringan dan longgar memungkinkan cahaya alami masuk ke seluruh ruang dan dapat ‘menembus’ ke seluruh perabotan sehingga suasana segar dapat dinikmati di tiap sudut ruang.

Furnitur kayu Penggunaan elemen kayu pada gaya interior ini tidak hanya pada lantai, tapi tetapi juga menjadi materi lain untuk membuat furnitur. Umumnya, kayu yang digunakan untuk perumahan gaya Skandinavia adalah yang masih kasar, mentah, juga bisa yang tua, tapi terintegrasi rapi ke dalam interior modern, seperti kayu jati, kayu sonokeling, atau kayu dari pohon pinus.

Selain itu, material kayu juga sangat umum untuk bagian atas permukaan meja, bingkai jendela, dan bahkan ada di kamar mandi. Contoh yang baik dari aksen kayu dapat menghangatkan interior ruangan, dalam bentuk murni, alami, dan pada saat yang sama juga unik.

Tapi, Anda bisa menambahkan sentuhan besi untuk agar suasana ruangan tidak terlihat monoton dan membosankan. Gaya ini bisa menambahkan kilau dan keanggunan. Tonjolkan Bentuk Geometri Salah satu keunikan dari gaya Skandinavia adalah desain yang terstruktur dan menonjolkan bentuk-bentuk geometri seperti lingkaran dan segi empat. Hal ini juga berlaku ketika Anda memilih perabotan untuk di dalam rumah. Gunakan cermin di kamar mandi yang memiliki bentuk lingkaran atau meja makan yang berbentuk persegi panjang. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me