Ibu Kota Bisa Pindah ke Luar Pulau Jawa, Ini Alasannya

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”Image” /></a>

JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut kajian pemindahan ibu kota baru bisa dilakukan di luar Pulau Jawa. Meskipun banyak yang menilai lokasi tersebut terlalu jauh dari ibu kota lama yakni Jakarta.

Bambang mengatakan, salah satu isi kajian mengenai pemindahan ibu kota yakni terkait lokasi. Pemindahan ibu kota baru dengan jarak yang jauh dari lokasi awal ternyata bisa dijalankan oleh beberapa negara dan sukses sampai sekarang.

“Kalau dibilang jarak ibu kota yang pindahnya jauh, mungkin Dubes Argentina lupa, Brasil itu pindah ibu kota dari Rio Janeiro ke Brazilian itu kalau pakai pesawat kira-kira 2 jam, jauh lebih jauh kalau kita terbang dari Jakarta ke Balikpapan,” tuturnya di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Selain itu, Khazaktan yang ibu kota negaranya di Almaty dipindahkan ke Astana. Kemudian, Nigeria Lagos ke Abuja. “Artinya itu sudah biasa dilakukan,” tegasnya.

Tentu, lanjut Bambang, supaya kajian perpindahan ibu kota dalam proses berjalan lancar, maka diupayakan tidak akan memberatkan APBN.

“Artinya kajian dibuat dengan skema yang kebutuhan APBN seminimal mungkin atau ada bantuan swasta dalam proses pemindahannya,” tuturnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me