Kalau Tidak Lagi Jadi Ibu Kota, Harga Tanah Jakarta Malah Bisa Lebih Mahal

Big Banner
Jakarta (Rumah123/iStockphoto)

Jakarta tidak lagi jadi ibu kota Indonesia? Wah, nggak usah khawatir lho harga tanah dan properti bakal terjun bebas.

Mungkin banyak yang berpikir kalau Jakarta tidak menyandang nama ibu kota, investasi properti di kota ini tidak lagi menjanjikan.

Baca juga: Saat Pasokan Hunian Berlebih, Penyewa Bisa Nego Harga Lho

Saat ini, pemerintah memang masih mengkaji rencana pemindahan ibu kota. Jakarta diproyeksikan menjadi kota bisnis dan ekonomi.

Nantinya, Jakarta mungkin akan seperti New York di Amerika Serikat, kota bisnis dan ekonomi. Sementara ibu kota berada di Washington DC.

Baca juga: Asyik, Jakarta Masih Ramah untuk Para Penyewa Rumah

Kekhawatiran turunnya harga properti dan tanah ditepis oleh Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto.

“Hmm, sebetulnya kalau kita lihat harga properti memang jarang kita lihat turun, perlambatan mungkin, perlambatan dalam arti sale, kecepatan sale-nya akan melambat. Tetapi selama bisnis itu masih hidup di sini, saya rasa nggak akan mengalami perlambatan,” ujar Vivin kepada Rumah123.

Baca juga: 3 Kota yang Gak Ramah pada Penyewa Hunian

“Kita ambil contoh New York atau Sydney deh kan nggak mengalami perlambatan, malah pusat international commercial malah meningkat. Jadi saya nggak melihat sebagai suatu ancaman. Di luar, kegiatan bisnis masih bisa dipertahankan,” lanjut Vivin.

Sekedar membandingkan saja antara New York dengan Washington DC, ternyata New York lebih mahal lho. Nggak percaya?

Baca juga: Nilai Tukar Mata Uang Melemah, Saatnya Beli Properti

Laman marketplace properti Zillow melansir kalau rata-rata harga rumah di Washington DC mencapai US 551.400 dollar (Rp 7,2 miliar). Kenaikan harganya hanya 7,3 persen pada 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan rata-rata harga di New York sudah menembus angka US 685.000 dollar (Rp 8,9 miliar). Kenaikan harganya bisa tercatat hingga 16,1 persen pada tahun ini dibandingkan pada 2016.

Baca juga: Hanya 17,8 Persen Generasi Milenial Bisa Beli Hunian, Sisanya Masih Ngontrak!

Sementara itu, Numbeo yang merupakan situs penyedia data biaya hidup di seluruh dunia menyatakan harga sewa apartemen di New York ternyata 32,49 persen lebih mahal dari Washington DC. Harga sewa apartemen satu kamar per bulan di Washington DC hanya US 2.157 dollar (Rp 28 juta), sementara di New York mencapai US 3.011 dollar (Rp 39 juta).

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me