Harga Tanah di Ibu Kota Baru Bakal Naik, Ga Pengen Investasi?

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Jakarta bakal tidak lagi menjadi ibu kota Indonesia. Mungkin tidak dalam waktu dekat dekat lho. Pemerintah masih melakukan kajian mendalam mengenai pemindahan ibu kota.

Pemerintah memang berencana memindahkan ibu kota dari Jakarta. Nantinya, ibu kota baru akan menjadi kota pemerintahan, sementara Jakarta akan diproyeksikan menjadi kota bisnis dan ekonomi.

Baca juga: Asyik, Jakarta Masih Ramah untuk Para Penyewa Rumah

Meski nantinya ibu kota baru hanya menjadi kota pemerintahan, kota baru ini membutuhkan kelengkapan layaknya kota-kota pada umumnya.

Pemindahan ibu kota memang tidak mudah karena harus ada bangunan gedung pemerintahan, kementerian, kantor presiden dan wakil presiden, serta masih banyak lagi.

Baca juga: 3 Kota yang Gak Ramah pada Penyewa Hunian

Saat ini, ada 34 kementerian. Laman berita Tirto sempat melansir kalau jumlah pegawai negeri sipil mencapai 950.000 orang.

Bayangkan kalau nantinya akan ada puluhan gedung baru kementerian serta dibutuhkan 950.000 hunian untuk PNS. Ibu kota baru ini akan membutuhkan kawasan luas. Kebutuhan ini tentunya tidak dipungkiri akan menaikkan harga tanah.

Baca juga: Nilai Tukar Mata Uang Melemah, Saatnya Beli Properti

“Seperti yang lain-lainnya, kalau ada kawasan baru maka kawasan sekitarnya akan terangkat. Adanya pusat kegiatan maka perlu ada perumahan, komersial, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung,” ujar Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto kepada Rumah123.

Kebutuhan hunian beserta fasilitas penunjang pasti sangat dibutuhkan. Tidak hanya apartemen atau rumah, tetapi juga rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, dan lainnya.

Baca juga: Hanya 17,8 Persen Generasi Milenial Bisa Beli Hunian, Sisanya Masih Ngontrak!

Nah, kalau sudah begini, ibu kota baru akan menjadi pusat pertumbuah baru untuk properti lho. Kamu masih nggak tertarik investasi properti?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me