BTN Siap Back Up Kebutuhan Dana KPR Subsidi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sejak Januari 2017 Bank BTN mengubah penyaluran KPR bersubsidi dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ke program subsidi selisih bunga (SSB). Keduanya  merupakan KPR berusbsidi sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan bunga 5 persen hingga lunas. Bedanya, KPR FLPP butuh dana besar meski merupakan dana bergulir melalui cicilan kredit. Dananya 90 persen dari APBN, 10 persen dari bank.  Sementara untuk program SSB pemerintah hanya mengganti selisih bunga pasar dengan bunga subsidi yang dibayarkan ke bank penyalur KPR.

Ilustrasi

Ilustrasi

Sejauh ini BTN nyaris menjadi penyalur tunggal KPR bersubsidi dengan porsi 97 persen. Karena itu perubahan skema subsidi ini dikhawatirkan berdampaknya negatif  terhadap pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, kekhawatiran tersebut ditepis BTN.

“Dampaknya untuk nasabah tidak ada karena mereka tetap mendapatkan bunga 5 persen, untuk pengembang juga tidak ada.  Dampak switching ini hanya untuk kami sebagai penyalur kredit,” ujar Iman Nugroho Soeko, Managing Director Finance and Treasury (CFO) Bank BTN di Jakarta, Rabu (26/7).

Iman menjelaskan perubahan skema ini merupakan inisiatif BTN. Penyebabnya, adanya pemangkasan anggaran FLPP tahun ini dari Rp9 triliunan menjadi Rp3 triliunan. Skema SSB dinilai tidak terlalu membebani anggaran pemerintah karena angkanya lebih kecil sekitar 6 persen dari anggaran FLPP. Selain itu dana BTN sudah cukup kuat sehingga dapat mem-back up kebutuhan dana KPR FLPP. BTN sudah  mendapat suntikan Rp5 triliun dari penerbitan obligasi. Ini bisa dipakai untuk menambal kebutuhan KPR FLPP, kekurangannya akan diambil dari sumber-sumber lainnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me