Mengintip Konsep LRT City, Hunian Bebas Kemacetan (3)

Big Banner

Royal Sentul Park Bogor

Salah satu LRT City yang kini tengah dikembangkan PT Adhi Karya (Persero)Tbk, adalah Royal Sentul Park Bogor di Jalan Raya Babakan Madang, Kadumangu, Babakan Madang, Bogor. Royal Sentul Park dikembangkan di atas lahan seluas 14,8 ha di dekat pintu tol Sentul Sirkuit dengan rencana pengembangan selama 5-8 tahun.

Khusus kawasan ini, Adhi Karya menggelontorkan dana Rp6,761 triliun, terdiri dari apartemen, ruko, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hotel. Ke depannya, Royal Sentul Park Bogor juga bakal dilengkapi dengan sekolah dan rumah sakit. Selain itu juga akan disediakan family leisure park, park & ride, jalur pedestrian green connection bagi pejalan kaki dan pesepeda, serta area kuliner.

“Jalur pedestrian akan menghubungkan setiap bangunan di kawasan ini. Dibangun setinggi sekitar 4 meter dengan lebar 3 meter dan panjang 1,3 meter. Jadi terpisah dengan jalur untuk kendaraan, sehingga aman dan nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda maupun pengguna segway,” terang Nanang Safrudin Salim, Project Manager Royal Sentul Park.

Area park and ride yang disediakan mampu menampung hingga sekitar 300- an mobil dan 300-an sepeda motor. Karena sarana LRT dan shuttle bus yang ada di kawasan itu bukan fasilitas eksklusif, area park and ride itu juga bisa dimanfaatkan warga di sekitar kawasan LRT City Royal Sentul Park.

Setiap tower yang dibangun berketinggian 33 lantai. Di lantai 1,2, dan 3 difungsikan sebagai area komersial (mal). Lantai 4,5, dan 6 menjadi area parkir khusus penghuni apartemen, parkir pengunjung mal tersedia di basement. Lantai 7 ada fasilitas bagi penghuni apartemen seperti kolam renang, taman, area kuliner, gym, ruang serbaguna, dan mushola. Lantai 8-33 difungsikan untuk hunian.

Dari 12 tower apartemen, baru Tower 1A yang dipasarkan. Sejak November 2016 lalu, sampai saat ini sudah ada 193 konsumen yang mengambil NUP (Nomor Urut Pemesanan). Tower 1A ini paling besar, ada 1.637 unit di sana. Tipe Studio ada 700-an unit, tipe Studio Plus 400-an unit, tipe 1 bedroom 200-an unit, dan tipe 2 bedroom juga 200-an unit. “Tower pertama ini serah terimanya tahun 2020. Tower lainnya masing-masing terdiri dari 1.300-an unit,” kata Nanang.

Tipe Studio (luas 22,7 m2) yang November 2016 lalu ditawarkan Rp299 juta, kini harganya sudah mencapai Rp360 juta. Saat ini, tipe Studio Plus (27,5 m3) ditawarkan seharga Rp420 juta, tipe 1 bedroom (33 m2) Rp550 juta, dan tipe 2 bedroom (52 m2) ditawarkan seharga Rp860 juta.

“Target kami, sampai akhir tahun bisa terjual sekitar 600 unit untuk Tower 1A,” tandas Nanang. Kini Adhi Karya hampir merampungkan pembangunan 12 unit shop house, semacam ruko 3 lantai yang akan difungsikan untuk kuliner, perkantoran, dan jasa lainnya.

Ruko seharga Rp3,6 miliar itu sudah terjual seluruhnya dan kini dipasarkan tahap berikutnya sebanyak 23 unit. Selain Royal Sentul Park, kawasan LRT City lainnya adalah Eastern Green yang berada di Exit Tol Bekasi Timur, dan menyatu dengan LRT Station Bekasi Timur. Untuk pengembangan tahap pertama, Eastern Green akan menghabiskan investasi sebesar Rp500 miliar.

Setya Aji Pramana, Project Manager Eastern Green mengatakan, “Eastern Green merupakan kawasan hunian vertikal (apartemen) terpadu dilengkapi dengan kawasan komersial yang akan diserahterimakan pada tahun 2019. Kawasan yang dibangun satu area dengan stasiun LRT di sisi Pintu Tol Bekasi Timur ini, akan memberikan kemudahan akses transportasi massal bagi penghuninya agar lebih cepat menuju kawasan bisnis di pusat kota Jakarta.”

Lalu Gateway Park di Jl Kampung Baru STM Kapin, Jaticempaka, Kota Bekasi, tepatnya di sisi Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang akan menelan investasi sebesar Rp1,9 triliun dan dikembangkan dalam waktu 4-5 tahun. Di atas lahan seluas 5,2 hektar akan dibangun 1 tower iconic apartment, 5 tower apartemen yang mengusung tema resort dengan total sebanyak 3.744 unit. Memiliki beragam tipe, yakni Studio (24 m2), 1 BR, dan 2 BR (48 m2) yang dipasarkan seharga Rp15 juta per m2, dengan harga terendah Rp405 juta.

Selain itu juga dilengkapi area komersial seperti mall (4 lantai/28 ribu m2) dan 20 unit ruko (luas bangunan 250 m2) yang dipasarkan seharga Rp4 miliar per unit. “Pembangunan kawasan dimulai pada Oktober 2017. Rencana serah terima apartemen mulai tahun 2019. Ditargetkan dalam setahun bisa terjual 1 tower,” ungkap Djoko Santoso, Kepala Divisi Transit Oriented Development (TOD) I ADHI.

Ditambahkan Ibnu Mahmud, Project Manager Gateway Park, tower apartemen akan diwujudkan dengan green wall dan pohon-pohon besar seperti Trembesi, Katapang, dan Palem. Di sisi lain, mall dan ruko akan dilengkapi dengan green roff, gazebo, outdoor sitting area, dan tanamantanaman. Sementara fasilitas parkir apartemen 1 : 5 dan mal 1 : 4. MPI YS

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me