Mengintip Konsep LRT City, Hunian Bebas Kemacetan (1)

Big Banner

Mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak Kemacetan sudah menjadi momok bagi warga Jakarta dan kawasan sekitarnya.

Banyak yang harus dikorbankan akibat kemacetan. Pemborosan waktu, tenaga, biaya, sampai pengaruh buruk bagi kesehatan. Saat ini, rata-rata pekerja di Jakarta yang tinggal di kawasan sekitar Jakarta (penglaju/komuter) harus menghabiskan 4 jam di jalan akibat kemacetan.

Pemerintah sendiri telah berupaya me ngurangi kemacetan. Salah satunya dengan membangun sistem transportasi massal seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). Dengan adanya moda transportasi itu, warga Jakarta termasuk juga kaum urban diberi pilihan moda transportasi alternatif, dan diharapkan kemacetan akan berkurang.

Tidak hanya moda transportasi saja, Jakarta dan kota sekitar juga dinilai memerlukan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi dari kemacetan. Kawasan berbasis TOD diharapkan dapat menguntungkan masyarakat baik untuk hunian maupun komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal.

Guna mendorong terciptanya konsep tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel memberikan solusi kepada masyarakat dengan menghadirkan LRT City yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed-use), maksimalisasi peng gunaan angkutan massal dengan dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda. Lokasinya satu titik dengan stasiun LRT (0 km LRT Station).

Amrozi Hamidi, GM Transit Oriented Development & Hotel PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengatakan,“Kami melakukan perencanaan dengan pendekatan pengembangan berbasis transportasi atau TOD yang sudah menjadi kebutuhan. Kawasan hunian dan komersial terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal (LRT, BRT, dll) akan menjadi solusi bagi masyarakat urban agar dapat memperoleh hidup yang lebih berkualitas dan terbebas dari masalah kemacetan yang semakin parah.”

Rencananya, akan ada 21 kawasan yang dikembangkan sebagai LRT City. “Saat ini, ada enam proyek yang kami kembangkan. Total tak kurang dari 10 lokasi proyek dengan nilai sekitar Rp35 triliun dan dikembangkan sekitar delapan tahun,” tutur Direktur Utama.

Terkait enam proyek yang dikembangkan saat ini, luas tanahnya mendekati 50 hektare (ha) dengan total nilai investasi mencapai kurang lebih Rp24,2 triliun. Kawasan yang kini dikembangkan terdiri atas 16,9 ha di Eastern Green Bekasi. Lalu, di Royal Sentul Park Bogor (14,8 ha), Gateway Park di Jaticempaka Bekasi (5,2 ha), dan The Boutique Bekasi Barat (0,47 ha). Selain itu, di daerah Cikoko Jakarta Selatan (1,2 ha) dan di Ciracas Jakarta Timur (11,5 ha).

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me