Dari Dunia Hiburan, Akhirnya Berbisnis Hotel dan Apartemen

Big Banner
Ian Schrager (Rumah123/New York Times)

Sebuah gedung apartemen baru saja dirilis di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Bangunan ini terdiri dari enan lantai.

Dulu, bangunan ini merupakan pabrik besi yang dibangun pada abad 19. Kemudian pada 2001, bangunan ini diubah menjadi apartemen yang terdiri dari 13 unit.

Baca juga: Museum Perang yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Setelah beberapa kali renovasi ulang, apartemen tipe loft ini mulai dipasarkan. Tiap unit terdiri dari tiga kamar tidur, 2,5 kamar mandi, kantor, kamar mandi, dapur, serta ruang terbuka.

Apartemen yang memiliki luas 792 meter persegi ini memasang lantai kayu serta mempunyai langit-langit setinggi 3,9 meter. Juga ada perpaduan bata ekspos, tiang kayu, dan jendela besar. Apartemen ini memadukan gaya pasca industrial dan kenyamanan modern.

Baca juga: Yuk, Mampir ke Rumah Peristirahatan Milik Mafia Legendaris Al Capone

Apartemen ini dipasarkan oleh perusahaan yang dimiliki oleh Ian Schrager dengan harga US 4,26 juta dollar (Rp 55 miliar) per unit. Harga ini lebih murah dari harga permintaan yang mencapai US 4,4 juta dollar (Rp 57 miliar).

Schrager yang sudah berusia 70 tahun ini awalnya adalah pengusaha di bidang hiburan malam dengan memiliki sejumlah pub dan klub malam, salah satunya Studio 54 di New York yang ngetop pada era 1970-an dan 1980-an.

Baca juga: Kapan Ya Punya Stasiun Kereta Keren Kayak Gini?

Dia menjadi co-founder dan co-owner Studio 54 yang menjadi tempat kongkow anak muda New York pada era tersebut.

Setelah itu, Schrager yang berlatar belakang sarjana hukum ini mengembangkan bisnis lain dengan membangun hotel butik atau hotel mewah di bawah bendera Morgan Hotels Group. Bisnis ini dimulai sejak era 1980-an. Dia dianggap salah satu pionir hotel butik di dunia.

Baca juga: Kayak Apa Sih Tinggal di “Negara Start-Up”?

Dia juga memiliki jaringan hotel dengan nama Public Hotel. Apartemen yang baru dijual oleh Schrager ini juga bersebelahan dengan salah satu hotelnya.

Belakangan, dia juga bekerja sama dengan jaringan Marriott International untuk membangun 100 hotel di seluruh dunia termasuk di Bali, Indonesia.

Baca juga: Kantor Nike Keren Abis, Mau Kerja di Sini Ga?

Schrager juga memiliki perusahaan yang membangun sejumlah proyek apartemen dan mixed use di New York. Proyek hunian yang dibangun dan dikelola Schrager, biasanya tergolong premium.

Sebagai salah satu raja properti di New York, dia memiliki rumah mewah di kawasan Southampton, New York dengan harga US 20 juta dollar (Rp 262 miliar). Kawasan ini menjadi salah satu wilayah yang didiami orang tajir di Amerika Serikat lantaran harga rata-rata rumah mencapai US 8,5 juta dollar (Rp 111 miliar).

Baca juga: Seperti Apa Super Penthouse Seharga Rp 1 Triliun?

Nah, Schrager yang mengawali karier sebagai pengusaha bidang hiburan ini akhirnya merambah juga ke bisnis properti dengan memiliki serta mengelola hotel butik dan apartemen mewah. Dia melihat ada peluang besar dari pengelolaan bisnis ini.

Hmm, ini pelajaran berharga buat kamu lho. Investasi di bisnis properti punya potensi yang baik dari sisi pendapatan sewa dan kenaikan harga hunian. Masih menunda beli properti? Masih pikir-pikir berinvestasi properti?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me