Tiongkok Punya Jalur Sepeda Melayang Terpanjang di Dunia

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Dengan jumlah sembilan juta unit sepeda, negeri berjuluk Tirai Bambu ini sering disebut sebagai “kerajaan sepeda”. Tapi seiring naiknya perekonomian warga urban mereka justru banyak beralih ke mobil sebagai alat transportasi utama. Dampaknya, terjadi  kemacetan dan polusi. Agar warga mau kembali menggunakan sepeda pemerintah kota Xiamen membangun jalur sepeda. Tidak tanggung-tanggung, jalur sepeda ini dibuat melayang sepanjang 7,6 km. Kalau di Jakarta, kira-kira dari Bundaran Senayan – Tugu Monumen Nasional (Monas). Karena itu, jalan ini disebut-sebut sebagai jalan layang khusus sepeda terpanjang di dunia.

online-tiongkok-jalur-sepeda

Proyek ini didesain oleh biro arsitek asal Denmark Dissing + Weitling yang pada tahun 2014 mendesain jalur khusus sepeda di kotanya, Copenhagen dan diberi nama ‘Bicycle Snake’. Dengan konsep mendorong orang agar mau menggunakan kendaraan green, jalur sepeda layang di Xiamen ini terkoneksi dengan sistem transportasi publik. Ada sekitar 13 titik koneksi di mana pesepeda bisa berganti moda transportasi lain yang melewati tiga pusat bisnis dan lima kawasan hunian. Sebelas di antaranya adalah dengan halte dari rute Bus Rapid Transit (BRT) yang jalurnya pararel, melayang di atas jalur sepeda ini, dan dua lainnya dengan stasiun kereta komuter. Agar tak bosan, jalur ini dibuat berliuk, dan sebagian besar mengikuti jalan bus yang ada di atasnya.

Jalur sepeda selebar lebih 4,8 meter ini antar jalur dipisah pagar. Dilengkapi dengan sebelas jalur spiral untuk naik/turun, 253 titik parkir khusus yang disebar di tujuh pelataran dan 30.000 titik lampu, sehingga aman bersepeda di kala malam. Untuk yang tidak punya sepeda, tersedia tempat sewa sepeda yang khusus dipakai di jalur ini, yang tersebar sejumlah bicycle stationdengan 355 sepeda. Di tahap awal jalur ini beroperasi dari jam 6.30 – 22.30. Meski khusus sepeda jalur ini juga memberi tempat bagi pejalan kaki. Untuk itu di beberapa lokasi jalurnya diberi warna berbeda demi keamanan semua pengguna jalur.

“Saya sebenarnya agak takut ketinggian, tapi begitu mencoba jalur ini, saya merasa aman,” kata Wu Xueying, salah satu warga Xiamen, kepada Xinhau, kantor berita setempat. Chen Yimen, warga lainnya, juga berkomentar senada, ”Lewat jalur ini saya hanya perlu waktu 10 menit dari rumah ke tempat kerja. Meskipun waktunya sama dengan menggunakan mobil tapi sepertinya saya akan lebih memilih naik sepeda.”

Dibangun dalam tempo kurang dari satu tahun dan beroperasi di sekitar awal tahun 2017, jalur ini langsung menarik banyak pesepeda. Menurut catatan pemkot setempat, jalur ini dilalui lebih dari dua ribu pesepeda setiap jamnya. Melihat besarnya animo warga, diperkirakan dalam setengah tahun jalur khusus ini akan dilalui oleh 3,5 juta pesepeda.

Sejatinya, sebelum jalur ini dibangun pemkot Xiamen sudah punya rencana jalur sepeda lain yang disiapkan pada tahun 2013. Didesain oleh tim arsitek asal Inggris, Lord Norman Foster, jalur sepeda itu akan membentang sepanjang 217 km, juga melayang mengikuti jalur kereta komuternya. Rencananya jalur ini akan memiliki 10 rute dan 209 akses naik/turun, dibuat setinggi gedung tiga lantai. Namun sepertinya pemkot Xiamen belum akan segera merealisasikan rencana ini.

Berbagai sumber.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me