Penjualan Menurun, Holcim Jalankan Inovasi

Big Banner

BAHAN BANGUNAN – Produsen semen Holcim Indonesia mengakui adanya penurunan penjualan di kuartal kedua tahun 2017. Hal ini karena kondisi pasar yang menyebabkan tidak seimbangnya antara pasokan yang berlebih terhadap permintaan, terutama pada saat bulan Ramadan lalu. Untuk itu, sejumlah strategi dilakukan guna menggenjot kembali penjualan pada kuartal berikutnya.

Dalam keterangan tertulisnya kepada propertynbank.com, Holcim Indonesia mengklaim, perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar 10% menjadi Rp 4.288 milyar. Namun, disisi lain perusahaan mencapai penurunan biaya-biaya hingga 2% yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan program-program efisiensi.

CEO PT Holcim Indonesia Gary Schutz mengatakan, dengan mengantisipasi kebutuhan pelanggan, Holcim memberikan nilai tambah melalui solusi inovatif dan keahliannya. “Inilah yang membedakan kami dengan pesaing dan tujuan utama kami adalah menciptakan nilai tambah untuk jangka panjang,” ujar Gary.

Holcim, sambung Gary, memiliki banyak hal untuk ditawarkan selain bahan bangunan. “Kami memiliki solusi, keahlian dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam,” tegasnya.

Dijelaskan Gary, Holcim menawarkan produk dan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam. Setelah mendapatkan kepercayaan sebagai mitra dalam revitalisasi fasilitas publik seperti jalur pejalan kaki yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ibu kota Jakarta, Holcim kini dipercaya untuk mendukung peremajaan kompleks olah raga nasional, Gelora Bung Karno (GBK) sebagai bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Selain itu, komitmen Holcim untuk inovasi dan memberikan nilai tambah tidak berhenti pada produk saja. Baru-baru ini, Holcim mengadakan peletakkan batu pertama dan penandatanganan nota kesepahaman untuk fasilitas pengelolaan limbah perkotaan (Municipal Solid Waste) sebagai pengganti bahan bakar turunan (Refuse Derived Fuel) yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah pada 26 Juli 2017.

“Proyek kolaborasi antara Holcim, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan, serta Pemerintah Denmark ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2018,” ungkap Gary.

propertynbank.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me