Susah Menabung? Nah, Inilah Waktunya Meramal Keuanganmu!

Big Banner

Foto: Rumah123/iStock

Bisa ga kamu meramalkan keuanganmu? Kalau untuk itu kamu merasa masih ‘gelap’ dan kudu pake mantra atau bola kristal seperti tukang ramal, boleh dibilang kamu masih pada tingkat berjibaku untuk memenuhi segala kebutuhan hidupmu. Nah, butuh bantuan?

Ahli keuangan dari realestate.com.au yakni Ben Kingsley dan Bryce Holdaway punya ide yang bisa membantumu. Tapi, sebelum mencerna tips keuangan dari mereka, pahami dulu bahwa saran mereka bersifat umum. Jadi, bukan merupakan saran profesional bagi problem personal keuanganmu.

Baca juga: Berkat Investasi Properti dan Menabung, Generasi Milenial Ini Bisa Jadi Miliarder

Untuk solusi problem personal keuanganmu, ya kamu harus mencari seorang profesional yang paham betul apa sebenarnya masalah keuangan yang sedang kamu hadapi.

Jadi, sekali lagi, saran keuangan berikut ini hanya bersifat umum dan bukan merupakan saran profesional. Nah, sekarang mari kita lihat gagasan sederhana yang bisa membantumu mencapai tujuan keuangan yang kamu inginkan.

Apa ‘batu besar’mu?

Momen-momen kehidupan seringkali memang mahal. Ingin menikah? Kamu setidaknya butuh sekitar Rp40 jutaan untuk saat ini. Berapa banyak destinasi wisata yang bisa kamu datangi lagi? Misalnya ke Raja Ampat, bisakah kamu balik liburan lagi ke sana? Ibaratnya, ada ‘batu’ di kepalamu untuk tidak merencanakannya lagi. Berbicara tentang ‘batu’, ‘batu’ apa yang ada dalam stoples celenganmu?

Bryce dan Ben mengatakan, kamu harus meramalkan keuanganmu dengan cara memvisualisasikan semua pengeluaranmu dalam beberapa stoples besar. Lalu, memilih peristiwa besar (momen) dalam hidupmu sebagai ‘batu’ yang  ingin kamu masukkan ke dalam stoples tersebut.

Foto: Rumah123/realestate.com.au

Cara itu seperti yang dilakukan oleh nenek kita, Bukan? Mereka dulu menyimpan uangnya di wadah bekas bahan dapurnya. Fakta enaknya, mereka belum kenal kartu kredit dan untuk mendapatkan utangan dari bank atau toko kebutuhan hidup tidaklah gampang.

Generasi nenek kita harus menabung uang di stoples dulu sebelum membeli yang diinginkannya. Dengan cara ini mereka tak punya banyak utang. Jadi, cara sederhana menabung seperti yang dilakukan oleh orang jadul bukanlah ide yang buruk, bukan?

Kembali ke anaogi stoples, cobalah memikirkan berapa banyak ‘batu besar’ atau momen kehidupan mahal dalam kehidupanmu. Hal ini akan membantu kamu menentukan berapa banyak bebatuan yang sesuai di stoplesmu itu.

Rencanakan hidup yang Kamu inginkan

Foto: Rumah123/realestate.com.au

Begitu tahu apa yang kamu inginkan, maka kamu bisa mulai meramalkan dan berhenti hidup dari gaji ke gaji setiap bulannya. Pendeknya, menurut Ben, sering orang tidak merencanakan masa depannya.

Jadi orang mungkin hanya meramalkan beberapa hari, seminggu, atau sebulan ke depan tentang pengeluarannya. “Yang seharusnya kita lakukan adalah melihat tujuh hari (ke depan) itu sebenarnya tujuh dekade,” kata Ben.

Menentukan ‘batu besar’mu akan membantu kamu melihat kapan dan di (stoples) mana kamu perlu menabung. Beberapa tujuan keuangan akan memakan waktu lebih lama dalam proses menabungnya daripada yang lain. Sebut saja persalinan, mobil baru, atau merenovasi dapur.

“Orang harus memikirkan cuti melahirkan, mereka harus memikirkan apakah mereka menginginkan mobil baru atau merenovasi dapur. Hal ini adalah keputusan penting yang perlu menjadi bagian dari ramalan keuangan mereka,” kata Bryce.

Baca juga: Bang Bing Bung! Gini Cara Nabung Agar Milenial Kebeli Rumah!

Bagaimana dengan ‘Pasir’ dan ‘Kerikil’?

Kalau kamu sudah tahu ‘batu besar’mu semisal tabungan untuk beli rumah, maka kamu akan lebih mudah untuk menentukan dari hari ke hari, berapa banyak ‘kerikil’ dan ‘pasir’ untuk mengisi stoples pengeluaranmu.

Jadi, semisal ingin makan apa, memilih transportasi apa, dan kapan berbelanja, itu semua ibaratnya hanya ‘kerikil’ atau butiran ‘pasir’. Kamu bisa menentukan sendiri berapa porsinya agar bisa muat dalam stoples pengeluaranmu. Dengan begitu, karena kamu sudah lebih dulu memasukkan ‘batu besar’ ke dalam stoples pengeluaranmu, maka ‘pasir’ dan ‘kerikil’ yang bisa masuk pun terpaksa menyesuaikan diri.

Dengan cara tersebut, kamu bisa meramalkan kondisi keuanganmu saat ini maupun masa depan. Meskipun untuk itu tak berarti kamu harus menjadi peramal yang andal, bukan?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me