Tidak Sulit Membangun Apartemen Rp200 Jutaan di Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kekurangan suplai (backlog) rumah rakyat terutama di kota-kota besar perlu mendapat perhatian serius. Selain menjadi amanat konstitusi, pemenuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga berguna menciptakan harmoni sosial dan mengikis kesenjangan. Menurut Panangian Simanungkalit, pengamat properti dan Presiden Direktur PT Panangian Simanungkalit & Associates (PSA), tidak sulit bagi pemerintah  membangun rumah rakyat, karena pemerintah memiliki semuanya: lahan, otoritas, dan regulasi. “Tinggal visi dan kemauan politik. Bahkan, di Jakarta pun kalau mau, juga tidak sulit membangun apartemen murah,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (8/8).

Bassura City

Bassura City

Apalagi, beberapa pengembang swasta sudah bisa membuktikan bisa membangun apartemen dengan harga terjangkau di Jakarta, seperti Green Pramuka City, Prajawangsa Residences, Bassura City, dan yang terbaru Jakarta Star Living, semuanya di Jakarta Timur. Harga unitnya saat mulai dipasarkan mulai dari Rp200 jutaan.

Panangian menyebutkan, dengan seluruh otoritas yang dimilikinya, bukan perkara sulit bagi Pemerintah DKI Jakarta membangun 50 ribu unit apartemen dalam lima tahun. Kebutuhan lahannya tidak lebih dari 35 ha. Kalau dikembangkan di lima lokasi masing-masing 7 ha untuk 10 ribu unit. Lahan seluas itu di Jakarta masih banyak. Aksesnya memang tertutup atau sangat terbatas. Tapi, dengan kuasanya pemerintah sangat bisa mengamankan dan membenahi akses masuk itu. Tinggal ada kemauan atau tidak.

Pengembangan apartemennya bisa bersinergi dengan swasta. Agar menarik, pemerintah bisa memberi berbagai insentif dan kemudahan, seperti perizinan gratis dan pemberian KLB (koefisien lantai bangunan) yang besar sehingga pengembangan lahan optimal. Swasta yang digandeng hanya membangun. Yang memasarkan dan mencari konsumen pemerintah dengan semua unit seolah-olah dibeli pemerintah. Untuk itu swasta diminta menghitung berapa harga jual unit dan keuntungan yang dimintanya. Supaya makin menarik, mitra swasta boleh mengembangkan mall dan area komersial di kawasan apartemen.

Panangian menyebutkan, dengan harga tanah sekitar Rp15 juta/m2 dan KLB 5,  apartemennya bisa dijual Rp7 juta/m2. Hitungannya, dengan KLB 5 harga tanahnya menjadi hanya Rp3 juta/m2 ditambah biaya konstruksi Rp4 juta/m2. “Sekarang tipe studionya mau ukuran berapa. Kalau 30 m2, harganya hanya Rp210 juta. Bisa diperkecil kalau mau lebih terjangkau lagi,” jelasnya. Ia berharap Gubernur terpilih DKI Anis Baswedan bisa mewujudkan program itu. Kalau di Jakarta berhasil, program itu akan menasional karena Jakarta menjadi etalase yang suka ditiru kota-kota besar lain di Indonesia. Program ini juga tidak berdampak negatif terhadap bisnis developer swasta, karena bukan segmen bisnis mereka. Di Jakarta umumnya mereka hanya membangun apartemen di atas Rp1 miliar/unit.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me