Take Over KPR yang Aman dan Menguntungkan, Pasti Mau Dong!

Big Banner

 

Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStock )

Kalau kamu sudah punya penghasilan, pengin dong punya rumah, iya gak? Harga rumah cenderung naik setiap tahun. Semakin ditunda membelinya, maka akan semakin tak terbeli. Tapi, sebaliknya, semakin cepat membelinya, maka akan semakin sehat buat kesehatan keuanganmu selanjutnya.

Akan tetapi, masalahnya untuk membeli rumah dibutuhkan dana yang tak sedikit. Sebut saja ratusan juta rupiah. Dana sebanyak itu tentu saja belum tentu kamu miliki secara tunai. Namun, kamu tentu saja bisa memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Baca juga: Mau Take Over KPR? Bisa Kok!

Pernah dengar take over KPR? Ini juga merupakan salah satu cara yang bisa kamu pilih untuk punya hunian. Apa sih Take over KPR  itu?

Mengutip cermati.com, take over KPR adalah cara pengalihan kepemilikan sebuah rumah dari seseorang kepada orang lain atau pihak lain (bank), yang dilakukan dengan sebuah perjanjian resmi dan sah, berdasarkan hukum, serta ketentuan yang berlaku.

Satu hal yang kamu harus ingat, pilih take over KPR yang aman dan menguntungkan, jangan pilh yang kelak berpotensi mendatangkan kerugian. Nah. dalam praktiknya, ada beberapa macam take over KPR yang lazim terjadi, simak berikut ini:

Baca juga: Take Over KPR, Bagaimanakah Caranya?

  1. Take Over Antarbank

Take over antarbank bisa kamu pilih kalu kamu menginginkan suku bunga KPR yang lebih ringan daripada suku bunga semula. Kamu bisa memilih jenis ini bila ada penawaran yang jauh lebih baik dan menguntungkan kamu dari bank lain. Jadi, kamu mengajukan KPR yang baru untuk mengganti KPR lama.

Persyaratan untuk jenis take over KPR ini sama saja dengan persyaratan pengajuan KPR pada umumnya. Antara lain identitas diri (KTP, Kartu Keluarga), bukti penghasilan tetap setiap bulannya. Bank juga akan meminta sertifikat rumah yang akan kamu take over tersebut.

Jadi, kamu sudah harus pegang sertifikat rumah yang akan kamu jadikan sebagai jaminan kepada pihak bank. Maka, take over ini hanya bisa kamu lakukan jika setidaknya kamu telah memiliki masa cicilan selama satu tahun.

Baca juga: Jangan Buru-Buru Take Over KPR, Hitung Dulu Untung-Ruginya!

Biasanya setelah setahun, sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank. Jika ternyata sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang memberi KPR pertama, maka proses take over akan berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Kalau semua persyaratan telah terpenuhi, maka bank yang baru akan memproses take over. Dalam hal ini bank tersebut akan melakukan analisis kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumahmu sekarang.

2. Take Over dari Pemilik Pertama Rumah yang Kamu Mau Beli 

Take over ini bisa kamu pilih ketika akan membeli sebuah rumah dengan KPR, tapi dari take over KPR si pemilik rumah yang belum lunas (masih dalam masa cicilan). Akan ada 3 pihak yang terlibat  yakni: kamu sebagai pemohon take over (pembeli), si penjual rumah, dan pihak bank selaku pemberi dana KPR.

Baca juga: Kalau KPR-mu Ingin Disetujui, Jangan Nunggak Cicilan Kredit Apapun!

Dalam proses pengajuan take over ini, kamu diwajibkan memenuhi persyaratan sebagaimana pengajuan KPR yang umum. Kamu akan diminta melengkapi identitas diri dan juga keterangan mengenai penghasilan tetap per bulan. Kamu juga wajib datang ke bank bersama dengan si penjual rumah, untuk mengajukan take over KPR.

Bank akan melakukan analisa terhadap pengajuan KPR tersebut. Jika disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan juga SKMHT. Sebelum meneruskan KPR tersebut, maka kamu akan diwajibkan membayar sejumlah biaya take over yang telah ditentukan dan disepakati dengan pihak penjual rumah. Setelah persetujuan tersebut terjadi, maka kamu akan melakukan transaksi KPR atas namamu sendiri.

3. Take Over KPR Bawah Tangan 

Jenis take over ini merupakan pengalihan kepemilikan rumah yang dilakukan hanya antara pihak pembeli dan penjual rumah. Take over ini berlangsung tanpa adanya keterlibatan pihak bank. Hal ini sangat tidak dianjurkan, terutama jika kamu bertindak sebagai pihak yang akan membeli rumah tersebut dengan cara take over KPR.

Baca juga: 5 Keuntungan Beli Rumah Pake KPR, Mau Tahu?

Take over jenis ini berisiko karena pihak bank nantinya tidak akan menyerahkan sertifikat kepemilikan rumah tersebut kepada kamu. Pasalnya, namamu tidak tercantum pada sertifikat. Kamu berpotensi menuai masalah dan juga rugi atas take over jenis ini.

Dalam take over di bawah tangan ini, biasanya pembeli hanya melakukan perjanjian perpindahan KPR di depan notaris, melunasi biaya take over, dan melanjutkan pembayaran cicilan KPR yang di-take over itu.

Masalah sangat mungkin terjadi ketika kamu sudah melunasi semua cicilan KPR rumah tersebut, tapi sertifikat kepemilikannya tak bisa kamu ambil dari pihak bank, karena bukan atas namamu.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me