Ada Rumah Rp100-200 Jutaan, Berminat? Buruan Daftar, Sebelum Kehabisan!

Big Banner
Contoh rumah subsidi yang mendukung Program Sejuta Rumah. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Rumah memang kebutuhan pokok hidup, jadi setiap saat permintaan kebutuhan ini selalu tinggi. Lebih-lebih kalau harganya terjangkau alias murah, bakal ludes dipesan. Tengok saja pada rumah subsidi yang digarap Perum Perumnas di Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini. Belum diluncurkan saja, sudah dipesan oleh 300 orang.

Meski baru diluncurkan Sabtu (12/8/2017) nanti, warga Bogor sudah menampakkan minatnya melalui pengambilan Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebesar Rp1 juta di proyek bernama Sentraland Dramaga itu.

“Kami sudah buka NUP dan perkenalkan ke pasar dan sudah ada 300 peminat yang mendaftar,” ujar Manajer Proyek Sentraland Dramaga, Prima Ramadhian, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (9/8/2017).

Baca juga: Pake Beton Pra-Cetak (Precast), Berapa Duit yang Bisa Dihemat?

Proyek perumahan ini akan berdiri di lahan seluas 38 hektare. Rencananya akan dibangun sebanyak 3.000 unit rumah seharga Rp100 juta hingga Rp200 juta. Dari total unit tersebut, sebanyak 68 persennya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tipe rumah subsidi tersedia mulai 21/60, 28/60, hingga 36/84 dengan harga masing-masing Rp120 juta, Rp 127 juta, dan Rp 141 juta. Sedangkan untuk rumah komersial Tipe 36/72 hargana Rp200 juta.

“Untuk target penjualan akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai 1.000 unit,” kata Prima.

Selain warga Bogor (mayoritas pembeli), calon pembeli juga berasal dari Banten, Parung Panjang, Serpong, dan Jakarta.

Baca juga: REI Berencana Bangun 210 Ribu Rumah Subsidi, Semoga Kamu Kebagian Ya!

Rumah-rumah yang akan dibangun ini menggunakan teknologi pracetak. Sentraland Dramaga memang sekaligus menjadi proyek perdana Perumnas yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk dinding rumah.

Tak perlu khawatir akan kekuatan bangunannya. Meski dibangun secara pracetak, rumah ini diklaim tahan terhadap gempa. Selain itu, penggunaan teknologi pracetak juga dalam kaitan menghemat biaya pembangunan agar Perumnas bisa lebih banyak membangun rymah untuk mendukung Program Sejuta Rumah.

Baca juga: Mau Hunian Murah di Jakarta? Tempelin Terus Perumnas, Siapa Tahu Kebagian!

Uji-coba teknologi pracetak ini sudah dilakukan pada 2 rumah contoh. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan beton pracetak dengan tebal dinding 7 cm pada rumah tapak tersebut dapat menurunkan harga konstruksi. Dari Rp1,8 juta per meter persegi menjadi sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per meter persegi.

Dinding beton pracetak ini juga memiliki tekstur halus sehingga siap untuk pengecatan. Selain mudah dan cepat pembangunan rumahnya, alat pracetaknya juga mudah dipindahkan.

Jadi, jangan sampai kehabisan ya. Pesan sekarang atau langsung datang ke lokasi peluncurannya.

 

rumah123.com