Tunai Bertahap Bisa Langsung Dialihkan Jadi KPA/KPR BTN

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Tawaran pembelian apartemen dan rumah dengan cara bayar tunai bertahap (cash installment) sekarang menjadi gimmick banyak developer untuk memikat konsumen. Tempo pembayaran yang makin panjang dari 24 sampai 96 bulan dengan cicilan flat atau bertingkat (balloon payment) per bulan hingga selesai yang terkesan tanpa bunga, menjadi daya tarik utamanya. Angsuran langsung disetor ke rekening developer setelah membayar tanda jadi dan/atau uang muka tanpa ribet mengurusi persyaratan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) seperti di bank.

BTN Developer Gathering

“Hampir 70 persen konsumen sekarang pilihan (cara bayar)-nya cash bertahap karena dianggap tanpa bunga (seperti KPR/KPA), padahal sebenarnya ada bunganya juga (dalam bentuk harga rumah atau apartemen yang lebih tinggi),” kata salah satu pengembang apartemen di kota Bogor, Jawa Barat, dalam acara BTN Developer Gathering di Jakarta, Selasa (8/9).

Tak pelak lagi, cash installment yang ditawarkan pegembang itu telah menggerus bisnis KPR/KPA perbankan. Bahkan, penawaran KPR promo dengan bunga super rendah fixed (tetap) selama sekian tahun dari berbagai bank pun tidak terlalu berhasil mengangkat penyaluran KPR/KPA.

Karena itu Bank BTN menawarkan program take over pembelian properti secara tunai bertahap itu menjadi KPR/KPA dengan nama KPR/KPA Simpel. Minimal setelah enam bulan mencicil lewat program cash installment dengan lancar, konsumen bisa langsung mengalihkan angsurannya menjadi KPA/KPR BTN tanpa biaya apapun dan tanpa harus mengajukan aplikasi kredit.

“Debitur juga nggak usah lagi melampirkan rekening tiga bulan atau setahun terakhir, cukup kasih (bukti pembayaran) cicilan selama minimal enam bulan sebagai referensi bahwa mereka memang memiliki affordability (kemampuan membayar cicilan),” kata Direktur Consumer Banking Bank BTN Handayani dalam acara tersebut. Cicilan yang sudah dibayarkan kepada developer itu dianggap sebagai uang muka rumah.

Konsumen cukup mengisi formulir yang menyatakan kesediaannya mengambil kredit BTN, setelah itu bisa langsung dilakukan PPJB (perjanjian pengikatan jual beli) dengan developer. Pembelian properti indent (masih berupa gambar dengan janji serah terima kemudian) secara tunai bertahap belum dilandasi PPJB, hanya bukti pemesanan dan kwitansi pembayaran. Setelah angsuran mencapai jumlah tertentu (tergantung kebijakan setiap pengembang), baru PPJB ditekan kedua belah pihak.

Banyak keuntungan konsumen mengalihkan cash installment menjadi KPR atau KPA. Yang pertama, pembelian properti lebih aman karena Bank BTN pasti sudah menelisik dulu reputasi developer dan legalitas proyek sebelum memberikan kredit sehingga risiko developer wan prestasi bisa diminimalisir. Kedua, dengan dialihkan menjadi KPR/KPA, tenor kredit bisa jauh lebih lama 15-20 tahun sehingga angsurannya juga jauh lebih ringan.

Ketiga, konsumen mendapat bunga promosi seperti calon debitur KPR regular yang di Bank BTN saat ini tercatat 8% per tahun fixed selama 3 tahun. Jadi, selama tiga tahun pertama cicilan rumah atau apartemen lebih ringan lagi. Setelah tiga tahun, bunga KPR/KPA-nya efektif floating (mengambang) mengikuti fluktuasi bunga pasar di counter Bank BTN.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me