Andai Taman Ria Senayan Jadi Rusunami bagi Milenial Jakarta

Big Banner
Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto)

Tahu Taman Ria Senayan? Nah, kini tempat rekreasi di Jakarta Pusat ini sedang menjadi sorotan. Apa pasal? Ada pemberitaan bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berniat membangun apartemen sebagai bagian dari fasilitas mereka.

Lahan Taman Ria Senayan yang seluas lebih dari 2,6 juta m2 atau 260 hektare itu memang menggiurkan. Tambah legit karena lokasinya di pusat Kota Jakarta. Tak heran kalau banyak pihak melirik, termasuk para anggota DPR.

Ide pembangunan hunian jangkung dengan memanfaatkan lahan milik negara ini cukup menarik. Terlepas dari peruntukannya bagi anggota DPR, di atas lahan seluas itu, apartemen bisa menjadi salah satu solusi bagi kaum milenial Jakarta yang ingin memiliki hunian di pusat kota tercintanya.

Baca juga: Rusun, Rusunawa, Rusunami, Bedanya Apa Sih?

Berkaca pada beberapa apartemen kelas menengah yang sudah berdiri, maka bisa jadi pilihan untuk dibangun juga di lahan ini. Adalah fakta dan memang nyata bahwa sekarang ini sangatlah sulit menemukan lahan untuk pembangunan hunian di Jakarta. Hunian jangkung atau apartemen menjadi opsi paling tepat terkait masalah hunian warga Jakarta. Terutama bagi kalangan milenialnya.

Coba bayangkan, berapa banyak unit apartemen yang bisa dibangun di lahan Taman Ria Senayan ini? Merujuk beberapa apartemen kelas menengah yang sudah dibangun, ada Podomoro Golf View (PGV). Apartemen yang sedang dikembangkan Agung Podomoro Land dengan menggandeng salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini, berlokasi di kawasan Cimanggis, Depok.

Tiga gedung PGV garapan mereka bernilai total investasi Rp900 miliar. PGV akan memiliki 24 gedung dengan total unit mencapai 37 ribu. Angka yang cukup signifikan mengingat PGV berdiri di atas lahan seluas 60 hektare.

Baca juga: Tahun Ini, Perumnas Bangun Rusun di Mana Aja Sih?

Sebelum PGV, Agung Podomoro juga telah membangun apartemen kelas menengah lainnya, yaitu Kalibata City. Berdiri di atas lahan seluas 12 hektare, superblok ini terdiri atas 18 tower yang masing-masing memuat 800 unit apartemen. Dengan luas per unit 30 meter persegi, harganya sekitar Rp300 jutaan.

Contoh apartemen kelas menengah yang lainnya adalah Green Pramuka City di Jakarta Pusat. Hunian vertikal yang dikembangkan oleh PT Duta Paramindo Sejahtera ini tetap fokus menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat kelas menengah. Pada lahan seluas 12,9 hektare itu akan berdiri 17 tower berkapasitas 750-1.000 unit. Untuk pengembangan setiap tower, dana investasinya sekitar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.

Baca juga: Inilah Beberapa Lokasi Tempat Perumnas Membangun Rusunami

Yang terbaru adalah pembangunan apartemen atau rusunami (rumah susun sederhana milik) di Stasiun Tanjung Barat yang baru saja  diresmikan oleh pemerintah. Di area stasiun kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut telah dilaksanakan groundbreaking pada Selasa (15/8/2017).

Di proyek yang akan dibangun oleh Perum Perumnas itu akan ada 1.232 unit rusunami dalam tiga tower. Hunian vertikal bagi masyarakat menengah-bawah ini dibangun di atas lahan seluas 15.244 m2 dengan total 29 Iantai dan nilai investasi sekitar Rp705 miliar.

Jadi, kebayang kan berapa banyak apartemen kelas menengah yang bisa dibangun di atas lahan Taman Ria Senayan itu? Milenial Jakarta jadi punya kemungkinan lebih besar untuk miliki hunian sendiri deh! Setuju?

 

rumah123.com