PT HK Realtindo di Panggung Persaingan Bisnis Properti (2)

Big Banner

PT HK Realtindo, adalah salah satu developer Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diulas Majalah properti Indonesia (MPI) edisi Agustus 2017. Perushaan ini salah satu pengembang yang kini tengah adu strategi dan adu gengsi di bisnis properti di Indonesia.

Sejak berdiri sendiri pada tahun 2010, PT HK Realtindo (HKR), yang sebelumnya merupakan divisi properti PT Hutama Karya (HK), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang bisnis konstruksi dan kontraktor umum, langsung tancap gas. PT HK Realtindo seakan ingin menjawab tantangan yang diberikan untuk mendaya-gunakan semua keahlian dan pengalaman yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.

Berbagai proyek yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia pun lahir dari “rahim” HK Realtindo. Dalam tempo lima tahun HK Realtindo menjelma menjadi perusahaan properti besar. Banyak proyek mereka garap, mulai dari hunian, perkantoran, dan hotel. Setidaknya sampai saat ini, sudah 10 proyek properti yang digarap HK Realtindo dan perusahaan berkomitmen untuk terus memperbesar portofolio sebelum rencana melantai di bursa saham (go public).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan, penawaran saham perdana atau IPO (initial public offering) yang akan dilakukan HK Realtindo merupakan salah satu langkah perseroan untuk menyokong kekurangan ekuitas yang dibutuhkan untuk menggarap proyek penugasan jalan tol trans Sumatera. Perseroan akan melepas sekitar 30%-35% saham ke publik, dengan menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Desember 2016.

Putra mengatakan, ekuitas yang dibutuhkan untuk proyek jalan tol trans Sumatera mencapai Rp52 triliun. Akan tetapi, Hutama Karya baru mendapatkan sekitar Rp22 triliun. Kekurangan Rp30 triliun rencananya akan dicarikan dari pasar. Akan tetapi, kata Putra, melihat kemungkinan pemerintah tidak merestui Hutama Karya untuk IPO, alhasil pilihannya adalah anak usahanya yang melakukan IPO.

“Hutama Karya mendapatkan penugasan (tol trans Sumatera) ini kan karena masih 100 persen (dimiliki negara). Barangkali kebijakan pemerintah tidak akan mengizinkan HK untuk IPO,” ucap Putra dalam penawaran obligasi berkelanjutan, Jakarta, Rabu (16/11). “Tetapi anak-anak usaha HK lah yang akan IPO. Kemungkinan targetnya paling dekat adalah semesterI,” kata dia lagi.

Hutama Karya mendapatkan penugasan untuk membangun proyek tol trans Sumatera. Berdasarkan Peraturan Presiden 117/2015 juncto 100/2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, kedelapan ruas didahulukan atau menjadi prioritas dengan target pengoperasian selambat-lambatnya 2019.

Kedelapan ruas tersebut meliputi Medan- Binjai (17 km), Palembang-Indralaya (22 km), Pekanbaru–Dumai (131 km), dan Bakauheni–Terbanggi Besar (140 km). Ruas tol berikutnya yakni Terbangi Besar- Pematang Panggang (100 km), Pematang Panggang-Kayu Agung (85 km), Palembang- Tanjung Api-api (90 km), dan Tebing Tinggi-Kisaran (60 km).

Sementara itu, Direktur Utama PT HK Re – altindo Koentjoro mengatakan, aksi penggalangan dana ini juga akan dimanfaatkan untuk modal usaha dan akuisisi lahan. Pihaknya mengaku telah menyusun grand design akuisisi lahan dalam periode tiga tahun mendatang.

“Misalnya di Lampung, perseroan memiliki 200 ha dari rencana grand design 1.000 ha. Lalu, di Palembang ada 100 ha dari target 600 ha, dan di Pekanbaru sudah ada 200 ha dari target 1.000 ha,” ujar Koentjoro.

Menurutnya, untuk mempercepat pertumbuhan, perseroan juga dalam proses akuisisi sejumlah lahan yang telah memiliki izin. Contohnya, saat ini perseroan tengah bernegosiasi dengan pemilik lahan di Surabaya, dan di Bintaro, Jakarta Selatan. Lahan ini bakal dikembangkan untuk proyek mixed use atau apartemen. Total nilai akuisisi lahan ini sekitar Rp2,5 triliun.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com