PT WIKA Gedung di Panggung Persaingan Bisnis Properti (7)

Big Banner

Wika Gedung adalah salah anak usaha BUMN sub sektor properti yang di ulas Majalah properti Indonesia edisi Agustus 2017. Disebutkan meski baru berkecimpung di industri properti, Wika Gedung cukup aktif dalam membidani kelahiran sejumlah portofolio terbarunya.

Dalam 2 tahun, setidaknya 4 proyek highrise telah diluncurkan. Sementara dalam lima tahun, kontribusi usaha properti ditargetkan dapat menopang 50 persen pendapatan perusahaan. Apartemen Tamansari Tera di Kota Bandung adalah proyek perdana yang dikembangkan Wika Gedung. Disusul Tamansari Prospero di Sidoarjo, Tamansari Mahogany di Karawang dan teranyar Tamansari Urbano di Bekasi yang dilansir sepanjang 2015.

Tamansari Tera, misalnya. Proyek se tinggi 21 lantai tersebut dibangun di atas lahan seluas 2.150 m2 dengan nilai investasi sebesar Rp250 miliar. Diluncurkan pada pertengahan 2014, Tamansari Tera merangkum 193 unit apartemen dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp23 juta per m2.Apartemen ini terdiri atas 3 basement parkir, 4 ruang meeting, 2 lantai area komersil, 2 lantai perkantoran serta 13 lantai apartemen, dimana setiap lantainya hanya terdapat 17 unit.

Sementara, Tamansari Prospero dikembangkan di atas lahan seluas 1,2 hektar yang terdiri atas 3 tower dan menghimpun 550 unit apartemen. Hunian jangkung dengan nilai investasi sebesar Rp650 miliar ini ditawarkan mulai dari Rp 190 juta. Menyusul Tamansari Prospero ada Tamansari Mahogany Karawang, yang lokasinya tak jauh dari pintu keluar tol Karawang Barat. Berdiri di atas lahan seluas 8.500 meter persegi, terdiri atas dua tower hunian apartemen dan satu tower kondotel.

Tamansari Mahogany ditawarkan dengan harga mulai dari Rp230 jutaan sampai tertinggi Rp500 jutaan. Adapun, Tamansari Urbano Apartment berdiri di atas lahan seluas 9.460 m2 di Bekasi, dan terdiri atas tiga tower apartemen. Tower pertama setinggi 24 lantai dan merangkum 500 unit apartemen dengan harga mulai dari Rp250 jutaan sampai dengan tertinggi Rp400 jutaan. Proyek dengan proyeksi investasi sekitar Rp750 miliar ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), dimana pengembangan hunian akan terhubung dengan area pusat pertumbuhan kota melalui layanan transportasi massal, dalam hal ini Commuter Line Jabodetabek.

Direktur Human Capital, Property dan Pengembangan PT Wika Gedung, Nur Al Fata mengatakan, langkah diversifikasi perusahaan yang dipelopori oleh dua stakeholder, yaitu PT Wijaya Karya (perusahaan induk) dan Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya, ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggerakkan modal yang selama ini belum terpakai. “Sebagai kontraktor, selama ini modal yang disuntikkan induk nyaris tidak terpakai karena konsep kita bisa save financing dari konstruksi dan memang tidak memerlukan modal,” ujar alumnus Teknik Sipil InstitutTeknologi Bandung, ini.

Seperti diketahui, sejak dipisah dari induk usaha (spin off) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tujuh tahun lalu, bisnis utama Wika Gedung murni bergerak dalam bidang konstruksi bangunan, khususnya kontruksi di pasar swasta. Selama 7 tahun itu pula, Wika Gedung banyak menggarap proyek-proyek milik developer, sehingga secara tak langsung cukup memahami seluk beluk bisnis properti yang mereka lakukan. Pengalaman inilah yang membuat Wika Gedung lantas memiliki mimpi besar untuk menjadi pengembang pilihan dan dipercaya konsumen.

Tak hanya itu, menurut pria berusia 54 tahun ini, langkah diversifikasi yang dilakukan Wika Gedung untuk terjun di industri properti juga tak terlepas dari kisah kesuksesan sister company mereka yang juga anak usaha dari PT Wijaya Karya (persero) Tbk. yaitu Wika Realty yang memang sudah lebih dulu terjun sebagai pengembang.

“Saat industri properti sedang booming pada 2013 lalu, banyaknya tawaran kerjasama membuat Wika Realty sempat kewalahan untuk meng-handle berbagai tawaran tersebut. Di satu sisi, pemegang saham melihat hal ini sebagai sebuah peluang baru bagi pengembangan bisnis Wika Gedung yang memang dari segi modal sudah sangat siap. Maka, pada akhir 2013 dibentuklah unit usaha baru Wika Gedung yang bergerak dalam bidang properti,” jelas Nur Al Fata.

Ketika usaha baru sudah terbentuk, rupanya tidak serta merta membuat persoal an selesai. Sebagai perusahaan kontruksi dengan SDM yang sarat pengalaman, menentukan konsep pembangunan, perencanaan dan melaksanakan pembangunan tentu bukanlah hal yang sulit.

Namun, tidak dengan konsep penjualan dan sistem penjualan produk properti. Untuk mengatasi masalah ini, maka diadopsi lah sistem milik Wika Realty, termasuk mengusung brand Tamansari yang selama ini sudah cukup melekat dengan Wika Realty. “Ketika mulai merasa siap untuk running, dari situ beberapa tawaran proyek yang tidak ter-handle oleh Wika Realty sebelumnya mulai kita tindak lanjuti,” kenang Nur Al Fata.

Sebagai pendatang baru, Wika Gedung memulai dengan proyek Tamansari Tera di Bandung. Saat itu modal yang siapkan untuk konstruksi sebesar Rp200 miliar, sementara, pengadaan lahan bekerjasama dengan pemilik tanah. Dipilihnya Kota Bandung sendiri, menyusul kesuksesan Wika Realty dengan proyek apartemen Tamansari La Grande Bandung yang habis terjual dalam waktu singkat, bahkan kelebihan permintaan.

“Kita melihat hal ini sebagai sebuah peluang, apalagi lokasi Tamansari Tera tidak terlalu jauh dengan proyek Tamansari La Grande milik Wika Realty,” kata Nur Al Fata. Diakui Nur Al Fata, persaingan dalam industri properti saat ini sangatlah ketat. Apalagi dengan semakin banyaknya pendatang baru seperti Wika Gedung.

Oleh karena itu, dibutuhkan bermacam strategi agar bisa bersaing dan dilirik konsumen. Misalnya, sebagai pengembang dengan basis utama kontraktor,Wika Gedung akan memastikan bahwa proyek akan di deliver secara on time, kedua, setiap proyek yang ditawarkan jaminan pasti dibangun serta ketiga jaminan kualitas proyek. “Dengan demikian kepercayaan konsumen akan meningkat karena proyek yang dibeli bernilai tinggi,” ujarnya. (MPI/RIZ)

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau:

https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

(Lebih Praktis dan lebih ekonomis)

mpi-update.com