Ingat, Akhir Oktober Seluruh Jalan Tol Hanya Layani Pembayaran Nontunai

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) segera merealisasikan otomatisasi pembayaran jalan tol di Indonesia. Untuk itu Kemenpupera telah meneken kerja sama elektronifikasi di jalan tol untuk penerapan transaksi non tunai sekaligus mendukung gerakan nasional non tunai (GNNT) dengan Bank Indonesia (BI) Juni 2017.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menpupera Basuki Hadimuljono menyebutkan, pembayaran non tunai akan memperpendek transaksi di jalan tol sehingga mengurangi antrian. Masyarakat juga dimudahkan karena tidak perlu membawa uang tunai dan menunggu uang kembalian. “Ini agenda nasional untuk elektronifikasi melalui penerapan multi lane free flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti. Pengendara tidak perlu lagi menghentikan kendaraan sehingga arus jalan tol bisa lebih lancar,” katanya kala itu.

Targetnya akhir Oktober 2017 ini seluruh ruas jalan tol nasional sudah menggunakan transaksi non tunai melalui gerbang tol otomatis (GTO). BI sendiri telah membentuk konsorsium electronic toll convention terkait model bisnis dan integrasi dengan seluruh perbankan untuk memudahkan masyarakat  mendapatkan kartu tol (e-toll) terkait pembayaran nontunai. Bahkan, untuk medorong penggunaannya, bank-bank memberikan diskon 10% untuk pengguna kartu elektronik itu.

PT Jasa Marga sebagai operator jalan tol terbesar saat ini gerbang tol non tunainya sudah mencapai hampir 60 persen dengan target menjadi 100 persen pada akhir Oktober 2017. Sementara gerbang tol non tunai anak perusahaan jalan tol (APJT)-nya mencapai hampir 65 persen yang juga ditargetkan segera mencapai 100 persen.

Ruas jalan tol Jasa Marga yang sudah siap dengan sistem non tunai mencakup 1.002 gardu di ruas tol Jagorawi, Cawang-Tangerang-Cengkareng, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Purbaleunyi, JORR, Palikanci, Semarang, Surabaya-Gempol, dan Belawan-Medan-Tanjung Morowa.

Sementara jalan tol non tunai APJT saat ini yang sudah siap 217 gardu di tol Bali-Mandara, Semarang-Solo (Seksi Tembalang-Unggaran dan Ungaran-Bawen), Surabaya-Mojokerto, Ulujami-Kebon Jeruk, Lingkar Luar Bogor, Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan, dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

“Secara peralatan seperti reader untuk membaca kartu e-toll kami sudah siap 100 persen. Tinggal sosialisasinya supaya masyarakat bersemangat menggunakan sistem non tunai. Sistem ini telah terbukti efektif dengan waktu bayar hanya sepertiga dibanding pakai sistem tunai,” kata Desi Arryani, Direktur Utama Jasa Marga, dalam publikasinya di Jakarta, Selasa (22/8).

housing-estate.com