Akhir 2018, 9.664 Unit Apartemen Siap Guyur Jabodetabek (1)

Big Banner

Pada semester pertama (6 bulan pertama) tahun 2017, ada 14 proyek apartemen yang sudah memasuki pembangunan tahap akhir dan telah melakukan topping off sebagai tanda selesainya pembangunan struktur.

Bahkan hingga awal tahun 2019 tidak kurang dari 10.036 unit apartemen akan diserahterimakan. Hunian vertikal alias apartemen terus tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Para pengembang berlomba-lomba membangun apartemen di setiap sudut wilayah Jabodetabek.

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Agustus 2017 mengulasnya secara lengkap permintaan dan penawaran di subsektor satu ini. Bahwa salah satu pendorong semakin maraknya pembangunan apartemen adalah pertumbuhan jumlah penduduk. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kawasan Jabodetabek dinilai relatif lebih baik dibandingkan kawasan lain.

Menurut catatan analis properti Torushon Simanungkalit, dalam rentang lima tahun, yakni 2015-2019, kapitalisasi proyek apartemen diperkirakan mencapai sekitar Rp222 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar Rp107 triliun tercatat di kawasan Jabodetabek. Apartemen segmen menengah yang dibanderol di bawah Rp700 juta per unit mendapat respons bagus sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

“Kontribusi segmen menengah dan menengah bawah bisa mencapai 70%,” ujar Torushon seraya mengatakan perkembangan apartemen di Jabodetabek sampai 2016 cenderung melambat tetapi tahun ini menunjukkan peningkatan dengan munculnya sejumlah proyek apartemen baru.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia mengatakan, apartemen menengah ke bawah masih moncer karena segmen ini menyasar kelompok pembeli yang paling banyak pangsanya. Selain itu, apartemen jenis ini mayoritas diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

“Pangsa pasarnya adalah end-user yang jumlahnya cukup banyak. Saat ini, LTV (loan to value)
dan tingkat suku bunga sudah rendah sehingga mendorong orang untuk membeli lewat pembiayaan bank (kredit pemilikan apartemen/KPA),” kata Ferry.

Lembaga konsultasi properti Colliers International Indonesia menyatakan, apartemen di Jakarta pada kuartal II-2017 meng alami penyerapan pasar (take up rate) sebesar 84,8%. Ferry mengatakan, ratarata harga apartemen naik tipis sebesar 1% dari kuartal sebelumnya dan sebesar
5% dari kuartal II-2016 menjadi Rp32,4 juta/ m2. Dalam kondisi seperti ini pengembang masih enggan menurunkan harga jual.

“Pengembang lebih memilih untuk mengeluarkan stimulus berupa pembiayaan yang menarik atau potongan harga,” ujar Ferry.

Dari data Colliers, apartemen di Jakarta saat ini berjumlah 188.168 unit. Adapun selama kuartal II-2017 pasokan apartemen yang baru masuk mencapai 340 unit atau naik sebesar 0,2% dari kuartal sebelumnya.

Sepanjang 2017-2019 akan ada penambahan sebanyak 55.887 unit apartemen. Sejumlah pengembang melihat potensi pasar apartemen di Jabodetabek pada separuh kedua tahun ini masih ada. Ini terlihat dari persiapan mereka yang segera meluncurkan proyek baru.

Dari catatan Majalah Properti Indonesia, apartemen yang diluncurkan pada tahun 2015-2016 di Jabodetabek, pada semester pertama 2017, setidaknya ada 14 proyek yang sudah memasuki pembangunan tahap akhir dan mereka telah melakukan kegiatan pemasangan atau penutupan atap bangunan (topping off) sebagai tanda selesainya pembangunan struktur.

Sebanyak 14 proyek apartemen yang merangkum 10.036 unit akan mulai diserah terimakan sampai awal 2019 mendatang. Saat topping off, penjualan apartemen rata-rata sudah di atas 50%. Kini
ke-14 apartemen tersebut sedang dalam proses penyelesaian akhir atau finishing. Pekerjaan penutupan selubung bangunan, infrastruktur mechanical, electrical dan plumbing akan menjadi tahapan selanjutnya pasca topping off.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau :

https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me