Kalau LTV Lebih Dilonggarkan Lagi, DP Rumah Bisa Lebih Kecil, Setuju?

Big Banner

Foto: Rumah123/iStock

Masalah uang muka (DP) memang masalah yang seksi di dunia properti. Kalau dulu DP rumah sebesar 20-30%, belakangan Bank Indonesia (BI) menaikkan rasio loan to value (LTV) jadi 85% sehingga DP yang harus dibayarkan calon pembeli rumah pertama hanya 15%. Cukup meringankan, bukan?

Akan tetapi, kalau LTV bisa dilonggarkan lagi alias ditingkatkan oleh BI menjadi 90-95%, maka DP bisa diturunkan lagi menjadi hanya sekitar 5-10%. Tambah meringankan lagi kan?

Akan tetapi, nah akan tetapi lagi nih, kalau DP kecil alias sangat meringankan, maka  kemungkinan cicilannya menjadi agak besar alias memberatkan. Bisa juga sih DP kecil, cicilannya kecil, tapi tenornya menjadi bertambah lama semisal menjadi 20 atau 30 tahun. Kelamaan? Iya juga sih.

Baca juga: Pilih Mana, Tanpa DP atau Suku Bunga Murah?

Gimana sebenarnya pendapat para calon pembeli rumah? Lebih memilih DP besar, cicilan kecil ataukah DP kecil, cicilan besar, ataukah tanpa DP tapi cicilannya sangat besar?

Aniek (38), Silvi (35), Endang (32), Dirgo (32), Maria (32), Jhony (28), dan Ade (27) lebih memilih DP besar, cicilannya kecil. Alasan mereka karena pilihan tersebut meringankan mereka untuk ke depannya.

“Selagi masih produktif, lagi kuat-kuatnya nyari duit, ya mending bayar DP yang besar. Nanti selanjutnya kan tinggal bayaran cicilan yang kecil. Jadi, meringankan seiring dengan produktivitas kita yang menurun,” kata Silvi kepada Rumah123, Rabu (2/8).

Baca juga: Nabung Dana DP Rumah, Potong di Depan!

Kalau ada DP kecil, cicilannya kecil, beberapa dari kaum milenial juga memilihnya. Namun, kalau diingatkan tenornya menjadi lebih lama semisla jadi 30 tahun, mereka kembali memilih DP besar, cicilan kecil.

“Gak mau ngutang lama-lama. Jadi pilih DP besar, tapi cicilan kecil aja,” kata Fatma (30) kepada Rumah123, Selasa (23/8).

Meskipun DP menjadi hal yang membertakan para calon pembeli rumah, terutama bagi para milenial, tapi kebanyakan dari mereka lebih memilih DP besar ketimbang yang kecil atau bahkan tanpa DP.

Baca juga: Kalau DP 0%, Berapa Ancer-Ancer Cicilannya dari Gaji Rp7 Juta?

Hal tersebut sejalan dengan pemikiran pihak bank, bahwa kalau DP kecil atau tanpa DP, akan berisiko meningkatkan rasio NPL (non performing loan) alias kredit macet atau kredit bermasalah.

“Kalau uang muka (DP) turun, berisiko untuk non-performing loan (NPL),” kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, seperti dikutip detikFinance, Senin (14/8),

Sedangkan Direktur Utama PT Bank Mayapada Tbk, Hariyono Tjahjarijadi, mengatakan, dari sisi peraturan dalam rangka kehati-hatian kredit, sudah memadai peraturan adanya DP itu. “Kalau dilonggarkan lagi, akan berisiko untuk perbankan,” ujarnya.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me