Bisa Ga Ya Mengalihkan Dana Pensiun PNS Jadi Investasi Properti

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Siapa sih yang nggak pengen jadi pegawai negeri sipil (PNS)? Meski saat ini, banyak anak muda yang tertarik untuk berwira usaha alias membuat start up (perusahaan rintisan), namun faktanya masih banyak orang yang berharap jadi PNS lho.

Laman berita Tirto pernah melansir kalau ada 2,6 juta orang yang melamar jadi PNS pada 2014. Sementara pada 2016, PNS yang tercatat mulai dari pusat, provinsi, dan kota totalnya mencapai 4,37 juta orang.

Baca juga: Wah, Ini Nih Tempat Bermain yang Asyik untuk Anak-Anak

Banyak alasan orang memilih menjadi PNS di antaranya keamanan pekerjaan, jaminan hidup, gaji, gengsi, pengabdian, dan passion.

Keamanan pekerjaan, jaminan hidup, dan gaji menjadi alasan banyak orang. Jarang PNS dipecat kecuali melakukan kesalahan fatal. PNS juga mendapatkan kenaikan gaji berkala. Plus PNS akan mendapatkan pensiun.

Baca juga: “Menara Kaktus” Hunian untuk Anak Muda, Mau Tinggal di Sini?

PNS akan mendapatkan dana pensiun ketika sudah pensiun. Belakangan, dana pensiun untuk aparatur sipil negerara termasuk PNS, pensiunan Polri, dan TNI dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah akan memperbaiki skema dana pensiun dalam rancangan APBN 2018. Wacana ini dilakukan agar dana pensiun tidak lagi menjadi beban APBN. Dana pensiun bisa memenuhi kebutuhan secara mandiri tanpa menyentuh dana APBN.

Baca juga: Tujuh Tahun Beruntun Jadi Kota Paling Nyaman di Dunia, Kota Apa Sih?

Seperti dilansir dari Detik, Menurut Direktur Perencanaan & Teknologi Informasi PT Taspen (Persero), Faisal Rachman menyatakan skema fully funded akan digunakan untuk membiayai dana pensiun. Pemerintah dan PNS sama-sama membayar iuran.

Selama dana iuran pensiun belum mandiri, pemerintah masih akan menanggung biaya pensiun. Faisal menyatakan kalau pembayaran pensiun kepada pensiunan tetapi diberikan setiap bulannya.

Baca juga: Sosialita Kylie Jenner Ikuti Jejak Kakaknya, Jual Beli Rumah!

Saat ini, iuran dana pensiun PNS adalah 4,75 persen dari gaji pokok. Kalau PNS golongan III A dengan masa kerja 0 tahun memiliki gaji pokok kira-kira Rp2,4 juta, maka iuran Rp114.000 per bulan.

Jika dia bekerja sejak usia 25 tahun dan mengabdi selama 30 tahun, tanpa memperhitungkan kenaikan gaji maka uang pensiun memang hanya sekitar Rp41 juta. Ini baru menghitung satu pegawai saja, belum menghitung 4,3 juta pegawai lainnya dengan golongan terentang dari I hingga IV.

Baca juga: Apartemen Setinggi 472 Meter, Yakin Berani Tinggal di Sini?

PNS memang bisa mendapatkan kemudahan kredit kepemilikan rumah dari BPJS Ketenagakerjaan. Ada kredit uang muka, KPR, hingga renovasi rumah.

Namun, seandainya uang pensiun ini juga bisa dimanfaatkan dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan perumahan pegawai, tentunya akan semakin memudahkan aparatur negara untuk memiliki rumah sendiri.

Baca juga: Ga Usah Takut Ngutang, Kalau Tergolong Utang Produktif

Yang belum terpikirkan adalah bagaimana memanfaatkan dana pensiun ini tidak hanya untuk membeli hunian, tetapi mungkin untuk investasi properti.

Setelah tidak lagi bekerja, para pensiunan ini tentunya tidak lagi memiliki pendapatan yang sama saat masih aktif. Jika mereka memiliki properti sebagai instrumen investasi, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang mungkin sama atau malah lebih besar lagi.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me