REI Desak Pemerintah Perjelas Aturan Berhuni di Apartemen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengapresiasi perdamaian antara pengembang apartemen Green Pramuka City dengan komika Mukhady (Acho). Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Pengurus Pusat (DPP) REI Mualim Wijono, permasalahan antara pengembang dan pengelola apartemen dan konsumen bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak harus dengan saling melapor ke polisi.

Apartemen The Green Pramuka

Apartemen The Green Pramuka

“Dengan keluarnya surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dari polisi, permasalahan lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan. Itu menunjukan jiwa besar kedua pihak baik Green Pramuka maupun Acho,” katanya dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Jumat (25/8).

Ia menyebutkan, kasus seperti yang terjadi pada pengembang Green Pramuka dengan konsumennya bukan hanya terjadi pada Acho. Sebelumnya juga telah kerap terjadi perselisihan antara konsumen dan pengembang yang berujung pada demonstrasi, saling melapor ke polisi atau bahkan menggugat ke pengadilan.

Acho, seorang stand up comedian, dilaporkan developer Green Pramuka karena dianggap mencemarkan nama baik dan fitnah setelah menuliskan keluhannya terkait fasilitas yang tidak kunjung dibangun, kenaikan iuran pengelolaan lingkungan, sertifikat unit yang belum juga jadi, masalah parkir, dan masalah-masalah lain yang kemudian dituliskannya di blog pribadinya. Acho kemudian ditetapkan polisi menjadi tersangka, tapi akhirnya kedua pihak berdamai dan pihak Green Pramuka mencabut laporannya 18 Agustus 2017.

“Ada begitu banyak aturan terkait rumah susun yang belum diketahui masyarakat. Sebagian merupakan domain pemerintah untuk segera membuat aturannya menjadi lebih jelas (sehingga tidak multitafsir dan memicu perselisihan),” kata Mualim. HousingEstate sendiri sudah kerap menulis tentang potensi ledakan masalah dalam pemasaran dan pengelolaan apartemen, antara lain terkait dengan regulasi yang multitafsir dan tidak pas dengan situasi di lapangan itu, terakhir di majalah edisi November 2016 berupa liputan khusus.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me