Sekarang Konsumen itu Teman yang Nggak Mau Dibohongi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pakar marketing, pendiri, dan CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya bicara mengenai konsep marketing khususnya untuk bisnis properti. Menurut pria kelahiran Surabaya, 18 November 1947, ini marketing yang baik haruslah didasarkan pada tiga hal: product management, customer management, dan brand management.

Ilustrasi (Dok. HousingEstate)

Ilustrasi (Dok. HousingEstate)

“Tiga hal ini harus bisa dirumuskan dengan baik sebelum mengeluarkan sales forces management guna meraih pasar yang besar. Summarecon bisa dijadikan contoh. Bisa sukses berjualan dengan mengusung brand yang sangat kuat. Sekarang orang menyebut Kelapa Gading (di Jakarta Utara) atau Serpong (di Tangerang, Banten) dengan Summarecon,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Brand yang kuat harus diciptakan dengan kreatifitas, ide-ide dan eksekusi. Semuanya harus bisa menghasilkan nilai tambah dari sekadar menawarkan produk, dan kemudian dipelihara. Produk yang dilepas ke pasar tidak bisa lagi hanya sesuatu yang memuaskan (satisfaction).

Sebuah produk harus cocok dalam arti sesuai dengan segmennya, di-delivery tepat waktu, diiringi pelayanan yang prima. Kalau itu sudah bisa dicapai, orang tidak lagi sekedar melakukan pembelian berulang (repeat order), tapi menjadi konsumen yang loyal dan bisa menyarankan kepada yang lain untuk membeli (advocate).

“Konsep product satisfaction itu sudah berlalu, its gone. Sekarang juga harus ada experience-nya. Jadi, konsumen bisa bilang wow! dengan produk kita. Yang tidak bisa beli pun akan bilang, kalau saya punya uang saya akan beli rumah ini karena bagus dan lokasinya oke. Jadi advocate dan perlakukan konsumen bukan lagi raja tapi teman. Sebagai teman ada honest, sehingga dia merasa tidak dibohongi oleh teman sendiri,” jelasnya.

housing-estate.com