Monitoring Pembangunan Rumah Rakyat, REI Kunjungi Villa Kencana Cikarang

Big Banner

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia(REI) telah berkomitmen menjadi garda terdepan dalam membangun rumah rakyat. Tahun ini ditargetkan asosiasi tersebut akan membangun sekitar 210 ribu unit rumah bersubsidi, dan sedikitnya 250 ribu rumah non subsidi bagi masyarakat diseluruh Indonesia. Itu berarti kontribusi REI dalam Program Sejuta Rumah (PSR) pada 2017akan mencapai 460 ribu unit, atau hampir 50% dari target pemerintah.

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengakui target tersebut bukanlah hal yang mudah, mengingat kondisi pasar properti belum begitu menggembirakan. Disisi lain, beberapa regulasi yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk mendorong PSR belum berjalan optimal, salah satunya kemudahan perizinan sesuai amanah PP No 64 tahun 2016.

Oleh karena itu, untuk mengetahui dan mengatasi langsung kondisi pembangunan rumah rakyat di daerah, Eman, demikian dia akrab dipanggil, terus melakukan monitoring. “Setiap berkunjung ke daerah, saya selalu menyempatkan diri meninjau proyek rumah subsidi milik anggota REI, sehingga tahu persis apayang dihadapi pengembang di daerah tersebut,dan mencari solusinya sekaligus,” kata Eman saat meninjau perumahan Villa Kencana Cikarang, proyek milik anggota REIdi Cikarang yang dikembangkan PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group), Senin (28/8).

REI mendukung penuh anggotanya yang membangun perumahan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk SPS Group, karena hal itu merupakan tugas mulia, sama mulianya dengan profesi-profesi lain di negeri ini. Menurut dia, sebenarnya posisi REI tidak lagi hanya relawan dalam pembangunan rumah rakyat, karena sesuai amanah UU No1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman upaya menyediakan rumah rakyat merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah baik pusat maupun daerah.

Diakui Eman, setelah dua tahun PSR berjalan, hingga saat ini belum seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian dan kepedulian terhadap program strategis nasional tersebut. Selain masih rendahnya kemudahan perizinan dari pemerintah daerah, dukungan beberapa instansi terkait yang menjadi bagian dari penyediaan rumah rakyat masih belum maksimal, salah satunya dukungan dalam penyediaan sambungan listrik dan air.

“Kami kira, program ini akan sulit terealisasi kalau semua stakeholder tidak bergerak. REI tidak bisa membangun sendiri, kami butuh pemangku kepentingan lainnya juga mendukung penuh mengingat PSR ini adalah program strategis nasional dan bagian dari Nawacita Presiden Jokowi,” papar dia.

Meski begitu, REI tetap optimistis target pembangunan 210 ribu unit rumah rakyat dapat terpenuhi hingga akhir tahun ini, dimana per Juli sudah terbangun sekitar 94.000 unit. Angka itu belum termasuk rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dibangun REI DKI Jakarta yang jumlahnya mencapai 14 ribu unit. Inilah bukti REI tidak main-main dalam pembangunan dan penyediaan rumah rakyat.

Dia mendorong seluruh anggota REI diseluruh Indonesia termasuk PT SPS untuk bekerja keras menyukseskan PSR. Apalagi, REI sudah mendapatkan “garansi” dari Presiden Joko Widodo untuk melaporkan langsung kepada RI 1 apabila masih ada daerah yang menghambat perizinan. Instruksi kepala negara itu disampaikan saat membuka acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 di JCC, beberapa waktu lalu.
“Kami merespon cepat penegasan Bapak Presiden Jokowi dan akan langsung bekerja melakukan survei dan pemetaan keseluruh daerah untuk mengecek kondisi pelayanan perizinan dengan berkoordinasi ke 35 DPD REI,” kata Eman. Pemetaaan mencakup informasi pelayanan yang berkaitan dengan sektor perumahan rakyat antara lain perizinan pemda, pertanahan, perbankan, listrik, air bersih dan lain-lain. Data itu, menurut Eman, nantinya akan menjadi bahan laporan REI secara periodik baik kepada menteri maupun langsung kepada Presiden JokoWidodo.

Komitmen SPS Group bangun rumah murah

SPS Group merupakan pengembang anggota REI yang selama ini berkomitmen tinggi membangun rumah bersubsidi untuk mendukung PSR. Perumahan Villa Kencana Cikarang bahkan sudah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada Mei 2017 lalu,dan mendapata presiasi tinggi dari pemerintah.

Villa Kencana Cikarang membidik kalangan pekerja dan buruh yang ada di kawasan industri Cikarang, Bekasi. Sebanyak 4.734 unit rumah di perumahan seluas 105 hektar ini sudah terbangun dan ada yang sudah dihuni. Total rumah yang akan kami bangun di Villa Kencana Cikarang sebanyak 8.749 unit dengan tipe per unitnya 25/60 yang dipasarkan seharga Rp 141 juta dengan uang muka (down payment) sekitar Rp1,41 juta dan cicilan sekitar Rp 800.000 per bulan.

Selain membangun sejumlah proyek perumahan di Cikarang, SPS Group berencana membangun proyek perumahan subsidi baru di Karawang, Jawa Barat, dengan nama Grand Karawang Residence. Dibangun di atas lahan 45 hektare, nantinya akan dibangun sebanyak 4.300 unit rumah subsidi dengan tipe 29/60. Penjualan seluruh unit diproyek tersebut ditargetkan habis hingga akhir 2017.

Asmat Amin, Managing Director SPS Group mengatakan, pihaknya akan terus mendukung Program Sejuta Rumah walaupun tantangan yang dihadapi cukup besar karena membangun rumah subsidi merupakan aktifitas Bisnis dan Ibadah. “Permintaan terhadap rumah subsidi masih sangat tinggi. Masalahnya, untuk membangun bahkan hanya mengurusnya saja bukan perkara mudah. Masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti biaya produksi yang sangat tinggi,” ujar Asmat.

Lebih lanjut Asmat mengatakan, “Harga jual dan ketersediaan lahan masih menjadi masalah utama bagi developer dalam memenuhi kebutuhan hunian murah. Lokasi perumahan yang akan dibangun sangat penting, bagaimana aksesnya, lalu apakah transportasi umumnya sudah tersedia. Jangan sampai nanti ketika rumah akan ditempati, tapi susah untuk kemana-mana,” ujar Asmat. YS

mpi-update.com