REI Apresiasi Solusi Kekeluargaan Kasus Green Pramuka

Big Banner

Mualim Wijoyo, Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia menyampaikan apresiasinya kepada Apartemen Green Pramuka dan Acho terkait dengan penyelesaian permasalahan hukum yang berlangsung terkait dengan pengelolaan dan fasilitas Apartemen.

“Saya dari Real Estat Indonesia  mengapresiasi kedua belah pihak, baik Green Pramuka maupun Acho, dengan saling memaafkan merupakan perwujudan jiwa yang besar”ujar Mualim.

Menanggapi perkara yang melibatkan salah satu anggotanya, Mualim berpesan kepada pihak pengembang dan pengelola apartemen atau rumah susun dapat menyelesaikan dengan baik setiap permasalahan yang mungkin timbul.

“Kemudian kepada pelaku pembangunan atau pengembang atau dalam hal ini badan pengelola, mungkin kedepannya apabila ada  permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Tentunya memang tidak dapat diselesaikan pada hari itu juga, kadang butuh waktu untuk penyelesaian” tambahnya.

Pada tanggal 18 Agustus lalu, Apartemen Green Pramuka bersama kuasa hukumnya Muhammad Rizal Siregartelah mengajukan surat permohonan penghentian perkara (SP3) kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Kami memenuhi kewajiban sebagai pelapor, untuk merealisasi atas pencabutan perkara saudara Acho karena pencemaran nama baik dan fitnah,” tutur Muhammad Rizal Siregar, kuasa hukum Pengembang Apartemen Green Pramuka.

Pengembang Apartemen Green Pramuka, lanjutnya, membuktikan konsistensinya untuk menyelesaikan perkara dengan komika Mukhady alias Acho dengan didasari niat baik dan kekeluargaan.

Rizaljuga menyampaikan bahwa ini merupakan komitmen Green Pramuka untuk terus meningkatkan pelayanan dengan semangat kekeluargaan. Mengenai kelanjutan perkara setelah penyerahan surat permohonan penghentian perkara Rizal menambahkan kliennya sangat peduli hukum dan peraturan yang ada.

Saat ini kata Rizal surat permohonan yang menjadi permintaan kepolisian dan kejaksaan sudah disampaikan, kelanjutannya adalah bagiannya penegak hukum. Sementara ini belum ada informasi dari pihak kejaksaan mengenai berapa lama pencabutan perkara ini akan selesai.

Di lain pihak, Mualim menghimbau masyarakat untuk mangambil pelajaran dari perkara ini.  Jika masyarakat mengalami masalah dengan pengelolaan apartemen dan rumah susun agar mau menyampaikannya secara langsung kepada pengelola.

Mualim meminta agar Pemerintah juga mendengar dan mengambil bagian dalam solusi permasalahan yang terjadi. Menurutnya beberapa peraturan yang berlaku dalam pengelolaan apartemen dan rumah susun masih belum dapat dipahami oleh masyarakat.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me