Jual Rumah yang Masih KPR, Susah Ga?

Big Banner

 

Ilustrasi. Foto: iStock Photo

Kalau ga terpaksa, jarang ada yang suka menjual rumahnya, terkecuali bagi orang yang memang berprofesi jual-beli rumah. Yang menjadi masalah, kalau rumah yang akan kamu jual itu ternyata KPR-nya belum lunas. Pastinya Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah tersebut masih dipegang oleh pihak bank sebagai jaminan.

Kamu bisa menjual rumah KPR dengan beberapa cara. Tidak diperlukan dana untuk melunasi KPR tersebut. Namun, pastikan calon pembeli rumah tersebut memiliki dana untuk melunasi KPR-nya.

Jika menjual melalui over-kredit, kamu juga tidak memerlukan dana untuk KPR, namun butuh waktu karena permohonan calon pembeli bisa saja ditolak pihak bank. Pastikan kamu memahami semua prosedurnya.

Baca juga: Take Over KPR yang Aman dan Menguntungkan, Pasti Mau Dong!

Lantas, gimana caranya jika kamu tetap ingin menjual rumah itu, tapi KPR-nya belum lunas? Simak tips berikut ini seperti dikutip dari cermati.com:

Hitung Sisa Tagihan KPR di Bank

Rumah yang masih dalam status kredit KPR, tentunya masih harus membayar cicilannya setiap bulan. Coba hitung sisa tagihan KPR di bank. Setelah langkah ini, kamu akan tahu jumlah kewajiban KPR yang harus dilunasi ke bank. Untuk lebih pasti hitungannya, kamu bisa mengontak bank pemberi KPR tersebut.

Hitung Lagi Penilaian Uang atas Nilai Rumah

Rumah yang dibeli secara KPR akan memiliki penilaian uang yang berbeda, dari saat membeli dulu hingga keadaan saat ini. penilaian ini akan menentukan harga jual yang pantas untuk rumah KPR yang akan kamu jual. Calon pembeli dapat memperkirakan berapa kredit yang akan diberikan oleh pihak bank terkait.

Baca juga: Kalau KPR-mu Ingin Disetujui, Jangan Nunggak Cicilan Kredit Apapun!

Jelaskan Soal Status Rumah Kepada Calon Pembeli

Saat menjual rumah, sama halnya dengan menjual barang tertentu, bahwa kita harus jujur, terutama soal status rumah yang akan dijual tersebut. Beritahukan kepada calon pembeli rumah bahwa status rumah tersebut masih terikat cicilan KPR dengan pihak bank. Dengan begitu, pembeli menjadi tahu bahwa rumah tersebut sertifikatnya masih di tangan bank.

Menjual Rumah dengan Over-Kredit

Menjual rumah dengan cara ini umum dilakukan oleh penjual, agar pembeli melakukan over-kredit dengan dua pilihan:

  •  Mengambil alih KPR ke bank yang sama, berarti calon pembeli melanjutkan pinjaman di bank yang sama.•    Memindahkan KPR ke Bank lain, berarti pembeli melanjutkan pinjamannya di bank yang berbeda.

Pastikan saat cara over-kredit ini diakukan terhadap pembeli, pembeli harus menyerahkan uang muka terlebih dulu kepada kamu dan itu adalah keuntungan dari hasil menjual rumah tersebut.

Over-Kredit Pembeli Bisa Saja Ditolak Bank

Kamu juga perlu tahu bahwa kalau menjual rumah dengan over-kredit KPR bisa saja terjadi pembatalan. Pengajuan KPR oleh calon pembeli bisa saja tidak disetujui oleh bank. Hal tersebut bisa terjadi akibat beberapa alasan.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me