Makin Lama Nyicil Rumah, Untung Ga Sih?

Big Banner

 

Ketika akan membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR), Rio (24) jadi bingung ketika ditawari apakah ingin memilih DP besar-cicilan kecil, DP kecil-cicilan besar, ataukah DP kecil-cicilan kecil tapi tenor (masa waktu mencicil) sangat lama semisal 20 atau 30 tahun.

“Kalau gue sih pilih DP besar, cicilannya kecil aja. Soalnya selagi muda kan masih kuat-kuatnya cari duit. Jadi kalau bayar DP besar, sisa kreditnya jadi gak terlalu besar, cicilannya pun jadi kecil. Ke depannya dengan bertambah umur jadi gak memberatkan keuangan gue,” kata Silvia (28).

Kalau Rio sebenarnya ingin yang DP kecil dan cicilan kecil, berarti tenornya akan snagat lama. Dia ragu apakah kalau mencicil terlalu lama itu akan merugikan atau malah menguntungkan?

Baca juga: Kalau LTV Lebih Dilonggarkan Lagi, DP Rumah Bisa Lebih Kecil, Setuju?   

Berikut ini keuntungan dan kerugian KPR yang punya tenor lama seperti dikutip dari cermati.com:

KEUNTUNGAN

Pembayaran Nominal DP Lebih Fleksibel

Pihak bank atau pengembang kadang menawarkan DP yang kecil demi memberi kemudahan bagi calon pembeli rumah. Nah, tenor KPR yang lama bahkan sangat lama, membuat nominal DP yang harus kamu bayarkan jadi lebih fleksibel. Bank tidak akan mengambil risiko dengan mengizinkan nasabah membayar DP terlalu rendah sementara cicilannya sangat besar dengan waktu pelunasannya lama.

Bisa Lebih Mudah Mengatur Keuangan

KPR tenor panjang bisa dibilang cocok bagi pekerja yang berpenghasilan rutin bulanan. Meskipun gaji pas-pasan, tapi masih mampu mengambil KPR dengan jangka waktu cicilan di atas 15 tahun.

Dengan tenor yang lama, maka akan ada ruang yang cukup lapang dalam mengatur keuangan. Kamu bisa mengatur keuangan untuk berbagai macam kebutuhanmu sembari tetap berusaha membayar cicilan KPR secara konsisten.

Cicilan Bulanan Lebih Ringan

Meskipun cicilan menjadi lebih ringan, KPR dengan tenor yang lama atau sangat lama membutuhkan kedisiplinan dalam hal pembayaran. Jadi jaga jangan sampai terjadi kemacetan membayar.

Baca juga: 4 Cara Sukses Kumpulkan Uang DP Rumah, Mau Tahu?

KERUGIAN

Ada Beban Psikologis

Secara psikologis, hampir semua orang pasti ingin segera melunasi utang-utangnya. Tapi, hal berbeda terjadi jika kamu menggunakan KPR tenor panjang. Karena, dengan proses pembayaran utang yang lama, tentu diperlukan adanya kesiapan fisik dan mental.

Gambarannya, bila kamu mengambil KPR tenor lama semisal 30 tahun pada saat berusia 25 tahun, maka utang KPR-mu baru lunas saat kamu berusia 55 tahun! Pada saat itu mungkin kamu sudah bercucu. Gak kebayang kan sudah tua tapi masih punya utang?

Akan tetapi, sebenarnya kamu jangan menganggap bahwa utang KPR sebagai beban yang memberatkan. Pasalnya, dengan perencanaan keuangan yang baik (disiplin finansial), utang pun akan menjadi solusi bukan menjadi beban.

Baca juga: Mau KPR Tenor Panjang atau Pendek?

Beban Bunga Semakin Besar

Dengan semakin lamanya tenor KPR, berarti akan menambah beban biaya terutama bunga yang harus kamu bayar setiap bulan. Tidak hanya untuk KPR saja, hal ini juga berlaku untuk kredit-kredit lainnya yang diambil selama masa kredit.

Contohnya, kalau kamu membeli rumah seharga Rp500 juta melalui KPR dengan tenor 5 tahun, tentunya bunga yang diberikan lebih rendah dibanding masa tenor 30 tahun.

Risiko Perubahan Ekonomi dalam Jangka Panjang

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk kondisi perekonomian negara kita. Semisal terjadi krisis moneter atau kondisi perekonomian negara tidak stabil yang mengakibatkan banyaknya PHK atau lonjakan bunga KPR, tentu itu akan memberatkan keuanganmu. Kemungkinan terjadinya kredit macet tentu sangat besar.

Masih bingung? Sebaiknya pikirkan matang-matang kalau kamu akan mengambil KPR dengan tenor yang lama. Memang ada keuntungannya, tapi di balik itu juga ada risikonya.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me