Horeeee.. Rusun Stasiun Tanjung Barat Bakal Turun Harga

Big Banner
Ilustrasi stasiun KRL. Rumah123/Jhony Hutapea

Sudah tahu kalau Rumah Susun di kawasan Stasiun Tanjung Barat yang mengusung konsep transit oriented development (TOD) sudah mulai dipasarkan kan? Ada kabar baik, kemungkinan harganya masih akan turun lagi.

Rusun Tanjung Barat, saat ini, dipasarkan dengan harga sekitar Rp200 juta per unit untuk tipe studio yang berukuran 22 meter persegi. Menurut Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir, harga tersebut masih sementara.

Baca juga: Rusun, Rusunawa, Rusunami, Bedanya Apa Sih?

“Harga revisinya sedang difinalkan,” kata Nawir seperti dikutip dari KompasProperti. “Nanti diinfo kalau sudah turun.”

Rusun ini akan terdiri atas hunian rusunami dan anami. Dari 1.232 unit yang akan dibangun, 25 persen di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain studio, ada pula tipe unit satu dan dua kamar tidur dengan masing-masing luasannya 38 meter persegi dan 43 meter persegi.

Rusun ini peruntukannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum punya rumah atau sedang mencari rumah pertama.Saat ground breaking proyek ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meminta harga yang lebih murah bagi MBR, yakni di bawah Rp200 juta.

Baca juga: Andai Taman Ria Senayan Jadi Rusunami bagi Milenial Jakarta

Rencananya, Perumnas akan membangun tiga menara setinggi 29 lantai di atas lahan seluas 15.244 meter persegi. Konsep TOD, rusun diharapkan mampu mengurangi intensitas kemacetan karena penghuni memilih untuk menggunakan kereta komuter sebagai alat transportasi.

Dari segi fasilitas, rusun ini akan dilengkapi zona komersial, yang terdiri atas kios, food and beverage, serta ritel modern dan tradisional.

Rusun Tanjung Barat ini juga dilengkapi parkiran seluas 4.186 meter persegi yang dapat digunakan untuk memarkirkan kendaraan roda empat maupun roda dua. Lokasi parkir tersebut akan diprioritaskan bagi penghuni.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me