Ada Kredit Mikro Rp50 Juta Untuk Rumah Pekerja Informal

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah akan memulai pilot project pembiayaan mikro perumahan. Selama ini program pembiayaan perumahan rakyat hanya bisa diakses para pekerja formal yang dibuktikan dengan slip gaji dan legalitas formal lainnya. Skim pembiayaan mikro perumahan ini ditujukan untuk kaum pekerja informal agar mereka juga bisa mengakses rumah murah.

pembangunan rumah di perkotaan di gang kecil perkampungan

“Skema ini tetap melibatkan perbankan. Jadi konsepnya pembiayaan mikro dengan pinjaman maksimal sebesar Rp50 juta yang bisa digunakan untuk uang muka, membangun atau memperbaiki rumah. Bank BRI, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Pegadaian, dan Yayasan Habitat sudah tertarik (terlibat menyalurkan). Semoga program sudah bisa dilakukan menjelang akhir tahun ini,” kata Lana Winayanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dalam publikasinya di Jakarta, Kamis (31/8). Pinjaman Rp50 juta ini dapat diberikan untuk pekerja informal selama maksimal lima tahun dengan suku bunga mengikuti pasar (floating).

Selain itu Kemenpupera juga akan melakukan dekonsentrasi anggaran pembiayaan perumahan untuk dilaksanakan di 16 provinsi dengan dana mencapai Rp16,3 miliar. Dana ini diharapkan bisa mendorong minat pemda untuk mempermudah pembangunan perumahan.

“Program kredit mikro dan dana dekonsentrasi pembiayaan perumahan itu akan dilaksanakan simultan akhir tahun ini. Harapannya ada semangat yang lebih dan di sisi lain pekerja informal juga memiliki sedikit modal melalui kredit mikro untuk membangun atau memperbaiki rumahnya,” ungkap Lana.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me