Edukasi Properti Itu Penting Banget Buat Milenial

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Senin, harga naik. Nah, ini iklan properti di televisi. Kenyataannya, harga properti memang selalu naik dari tahun ke tahun.

Bagi kaum milenial yang kebanyakan mempunyai pendapatan masih terbatas, properti masih sulit dimiliki. Tidak sedikit dari milenial yang memilih untuk menunda memiliki rumah.

Baca juga: Milenial Pilih Tinggal di Kawasan Sub Urban, Nah Begini Dong!

Padahal kalau menunda satu dua tahun saja maka kenaikan harga hunian semakin tidak terjangkau. Selain itu, belum banyak perbankan, perusahaan pengembang, dan agen properti yang menjadikan target market.

Meski sebenarnya, dalam riset Rumah123 bahwa 50 persen dari mereka yang mengajukan kredit kepemilikan rumah dan apartemen didominasi oleh orang yang berusia 20-an dan 30-an alias milenial.

Baca juga: Milenial Terus Gerakkan Pasar Properti, Tapi Belum Dilirik Developer dan Perbankan

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung memaparkan hal ini dalam Overview Property Report Semester I/2017 di Jakarta beberapa waktu lalu. Untung menyatakan kalau harus ada edukasi kepada generasi milenial agar memahami pentingnya kepemilikan properti.

“Mereka nggak cukup teredukasi properti. Properti harus jadi prioritas. Kuncinya mana yang ditunda nggak bisa dibeli, itu harus dibeli. Mana yang bisa ditunda, bisa dibeli kemudian,” ujar Untung.

Baca juga: 10 Kawasan Paling Asyik Buat Dikunjungi, Milenial Mesti Catat Ya!

Untung mengungkapkan bahwa kaum milenial harus mengetahui kalau mereka menunda memiliki properti maka semakin sulit untuk mengejar harga yang terus melejit, sementara kenaikan pendapatan sering kali tidak dapat menyamai.

Dia memberikan ilustrasi kalau generasi milenial bisa menunda sejumlah kepemilikan barang seperti membeli smartphone mahal, membeli mobil, atau mengurangi kebiasaan rutin berwisata.

Baca juga: Kawasan Sub Urban Lebih Hidup Karena Pengaruh Milenial, Beneran Lho

Harga smartphone premium yang mahal atau mobil dapat dialihkan menjadi uang muka membeli hunian. Begitu juga dengan biaya berwisata.

Properti harus menjadi prioritas. Hunian menjadi kebutuhan pokok alias pangan, sandang, papan. Kalau menunda beli properti maka harga terus naik. Sebaliknya, harga smartphone atau mobil akan menurun.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me