Laporan Bisnis Properti Jogya; Bersaing di Lahan Sempit (1)

Big Banner

Investasi apa yang paling menjanjikan di Jogja saat ini? Ya, jawabannya bisa dipastikan bisnis properti. Tak sulit untuk membuktikannya. Lihat saja harga tanah yang saat ini terus membumbung tinggi, bahkan untuk beberapa sudut seperti di kawasan ring satu Malioboro, harga yang dipatok lebih mahal dibanding Jakarta.

Demikian salah satu sub bahasan dalam Laporan Utama Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2017. Jangan heran, hampir sepanjang ruas jalan provinsi dengan luas wilayah 3.185,80 km2 ini bertabur pajangan iklan tentang tawaran tanah, rumah, apartemen dan ruko, baik untuk yang di jual maupun sewa.

Rumah.com Property Index mencatat bahwa pada kuartal II-2017, harga perumahan di Yogyakarta mencapai Rp6 juta per meter persegi dengan kenaikan sebesar 0,12% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Tren kenaikan harga perumahan di Yogyakarta selalu terjadi pada tiap kuartalnya. Data Rumah.com Property Index sendiri merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti yang diakses 3,4 Juta pengunjung setiap bulannya.

Melonjaknya harga tanah di Jogja sendiri tak terlepas dari tingginya kebutuhan tanah bagi pembangunan sejumlah proyek properti, yang pada akhirnya berimbas pada terbatasnya ketersediaan lahan, dan berdampak pada harga properti yang meningkat cukup tinggi. Saking melonjaknya harga tanah, sampai-sampai Real Estate Indonesia (REI) Yogyakarta harus merevisi target pasar mereka untuk tahun ini.

Berpatokan pada tahun 2016, REI Yogyakarta sebenarnya sempat menargetkan penjualan perumahan dikisaran angka 1750 sampai 2000 unit rumah. Realitanya, hingga tutup tahun berakhir, penjualan justru tidak beranjak dari angka 1500 unit. Karena itu, target penjualan 2017 diputuskan tak lebih dari angka 1500 unit.

Tak hanya berdampak pada target penjualan, melonjaknya harga lahan secara tidak langsung turut merubah komposisi segmen pasar perumahan di Jogja. Sebagai contoh, jika sebelumnya harga perumahan kelas menengah dengan nilai Rp500 juta sampai Rp1 miliar menguasai pasar hingga 65%, perumahan di atas Rp1 miliar menguasai 20% dan sisanya 15% adalah unit dengan harga di bawah Rp500 juta.

Maka pada 2017, struktur tersebut berubah. Komposisi sebesar 65% justru kini dikuasai segmen pasar rumah dengan harga Rp500 juta ke bawah dan 15 % segmen pasar kelas menengah kisaran Rp500 juta sampai Rp1 miliar.

“Karena itu kami berharap rekan-rekan pengembang dapat lebih memperbanyak unit-unit rumah dengan rentang harga di bawah Rp500 juta. Pasalnya, rumah kelas tersebut demand-nya cukup tinggi, sementara pemainnya masih terbatas,” jelas Nur Andi Wijayanto, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY.

Yang menarik, meski secara umum pen jualan properti menengah atas di Jogja sedang terkoreksi, namun, bukan berarti para pemain di segmen ini hanya berpangku diri. Beberapa pengembang tetap tak ragu untuk kembali meluncurkan rumahrumah berukuran luas dengan harga di
atas Rp2 – 3 miliar.

Sekadar menyebut, pengembang Damai Putra Group, misalnya. Lewat proyek hunian teranyarnya, Vasana Residence, developer kawasan perumahan Harapan Indah, Bekasi ini menujukkan konsistensinya sebagai pengembang perumahan kelas menengah atas. Vasana Residence dikembangkan di atas lahan seluas 7,5 ha, tepatnya di Jalan Kaliurang KM 7. Untuk tahap pertama akan dipasarkan sebanyak 109 unit dengan berbagai tipe, mulai dari 95 m2 / 134 m2 sampai tertinggi 130 m2 /170 m2.

Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,8 miliar sampai dengan Rp3 miliar. “Dari total 109 unit, untuk tahap pertama dipasarkan sebanyak 35 unit rumah. Dari jumlah itu sekitar 80% atau sebanyak 29 unit telah terjual,” ujar GM Marketing Damai Putra Development, Widjaja Daniel Yunanto.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me