Never Ending Properti Jogja (MPI edisi September)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2017 menurunkan Laporan Utama (Fokus) tentanng pertumbuhan bisnis properti di Jogyakarta dengan judul” Never Ending Properti Jogja”.

Disebutkan di tengah kondisi pasar yang secara umum tertekan, yogyakarta masih menjadi Salah satu magnet utama investasi properti di pulau jawa. Berbagai jenis Properti terus tumbuh subur pada provinsi yang ditahbiskan sebagai episentrum Budaya jawa dan pusat pendidikan tersebut. Satu-satunya penghalang saat ini Adalah keterbatasan lahan.

Setiap tahun Jogja dipenuhi ratusan ribu mahasiswa baru yang ingin menuntut ilmu. Para generasi muda dari seluruh Indonesia tersebut tersebar pada seratusan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Selain kualitas pendidikan, citra Jogja sebagai salah satu daerah paling nyaman, menjadi alasan mengapa para orang tua rela mempercayakan anak mereka untuk menimba ilmu di sini – termasuk biaya hidup yang lebih terjangkau, tentunya.

Jogja juga tercatat sebagai destinasi wisata utama setelah Bali. Pertumbuhan kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 15% – 20% per tahunnya. Pada tahun 2015 sekitar 19 juta wisatawan menghabiskan waktu liburannya ke Jogja, sementara pada tahun 2016 kunjungan wisatawan tembus pada angka 21 juta. Kepopuleran Jogja sebagai tujuan wisata semakin populer setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan keluarga memilih pelesir ke sini pada akhir Juni lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) DI Yogyakarta mencatat, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Yogyakarta sampai dengan tahun 2016 sebesar Rp4,52 triliun yang terkontribusi dari sektor tersier (hotel dan restoran, jasa lainnya, dan pengangkutan) sekitar 79,65 persen, sektor sekunder (industri) 19,89 persen dan sektor primer (pertanian dan pertambangan) sebesar 10,45 persen.

Yang menarik, berkesinambungannya pertumbuhan berbagai sektor bisnis di Jogja secara tidak langsung turut menghela beberapa sektor bisnis lainnya untuk tumbuh dan berkembang, diantaranya, sektor properti seperti penginapan dan hunian, transportasi, kuliner serta usaha kecil menengah (UKM).

Terkait bisnis properti, misalnya. Di mata developer, Jogja merupakan peluang pasar yang menjanjikan bagi pengembangan kawasan-kawasan perumahan baru, baik landed maupun vertikal. Bahkan, dalam kondisi faktual Jogja telah menjelma sebagai salah satu ceruk pasar bisnis properti yang sangat menggiurkan, terutama untuk pasar perumahan kelas menengah dan atas yang jumlah pasokannya seperti tak pernah surut.-

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me