Tinggal di Wilayah Rawan Bencana? Perencanaan Kawasan Jadi Solusinya

Big Banner
Kondisi Houston, Texas Setelah Dilanda Badai Harvey (Rumah123/ABC News)

Badai Harvey memporakporandakan negara bagian Texas dan Louisiana di Amerika Serikat pada akhir Agustus dan awal September 2017. Sejumlah media AS melansir kalau 65 orang meninggal dunia.

Badai ini tidak hanya menerpa AS tetapi juga sejumlah negara lain di kawasan Amerika Tengah dan Karibia. Selama beberapa hari, kawasan Texas dilanda hujan lebat dengan curah hujan mencapai 1.000 mm.

Baca juga: Perangi Teroris di Perkotaan? Lawan Pakai Pepohonan Aja

Kecepatan angin mencapai puncaknya pada Jumat (1/9/2017) hingga 215 km per jam. Hujan lebat dan angin kencang ini membuat badai menerjang hingga daratan. Badan Urusan Bencana Pemerintah AS, FEMA mencatat kalau badai Harvey masuk skala 4.

Ribuan rumah di Texas terendam air. Sebanyak 300.000 orang hidup tanpa listrik selama beberapa hari, 30.000 orang harus pindah tempat tinggal, 17.000 orang mesti diselamatkan.

Baca juga: Beda dengan Jakarta, Lahan Parkir Terbesar di Stasiun Kereta Ini Untuk Sepeda

Ada sejumlah pihak yang menyatakan kalau perubahan iklim menjadi penyebab badai dan juga banjir yang melanda kawasan Texas. Namun, para pakar menyatakan kalau perencanaan urban yang buruk menjadikan sebuah kawasan rawan banjir.

“Badai Harvey adalah badai besar dengan curah hujan sangat tinggi. Ini bukan bencana alam. Bencana alam terjadi karena keputusan manusia untuk tinggal di wilayah rawan angin topan tanpa memperhitungkan risiko,” ujar Ilan Kelman seperti dilansir oleh laman desain dan arsitektur Dezeen.

Baca juga: Ruang Publik dan Akses Pejalan Kaki di Kawasan Bisnis, Keren Kan!

Kelman merupakan peneliti senior di University of Agder, Kristiansand, Norwegia. Dia meneliti keterkaitan antara bencana alam dan kesehatan.

“Dari perspektif perencanaan dan desain, banyak hal yang bisa dilakukan bertahun-tahun dan selama beberapa dekade sebelum badai muncul. Peraturan pertama, jika kamu memilih tinggal di kawasan kering, jangan buat bangunan di kawasan rawan banjir,” ujar Kelman.

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Sejak 1990, kawasan Houston di Texas yang terkena dampak bencana Badai Harvey memang berkembang pesat hingga 40 persen dari semula. Sayangnya, perencanan kawasan seolah tidak memasukkan risiko dampak bencana.

Hmm, Indonesia termasuk negara rawan bencana kan? Masih ingat kalau ada sejumlah bencana besar terjadi seperti tsunami, tanah longsor, gunung meletus, gempa, banjir, kebakaran hutan, dan banyak lagi.

Baca juga: Bangunan Berusia 117 Tahun Runtuh Karena Hujan Deras, Hati-hati Ya Kalau Musim Hujan

Ada pesan penting bagi kamu, bahwa kamu harus mengetahui risiko bencana yang mungkin terjadi pada kawasan tempat tinggal kamu. Setiap tempat memiliki risiko, untuk itu kamu harus mengetahui mitigasi bencana mulai dari pengurangan, pencegahan, hingga mengatasinya.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me