Seberapa Besar Untung Berinvestasi di Bisnis Kondotel (3)

Big Banner

Daerah wisata yang terus diminati pengembang untuk mengembangkan kondotel adalah Bali. Menurut Tony Eddy, Presiden Keller Williams Indonesia, ada beberapa kelebihan yang dimiliki Bali. Antara lain, keunikan pulau Bali yang kaya dengan budaya dan keindahan alam, kesiapan dan keterbukaan masayarakat Bali untuk menerima tamu lokal dan mancanegara secara bersahabat, infrastruktur yang relatif lebih baik dibanding daerah atau pulau lain, dan animo kunjungan turis ke pulau Bali yang selalu naik di atas 10% setiap tahun.

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, kepada Tribun Bali, memaparkan bahwa data sementara per 28 Juni 2017 lalu terjadi kenaikan pergerakan penumpang menuju Bali sebesar 5,99%, yaitu dari 846.611 pada 2016 menjadi 897.326 pada 2017. “Seiring kenaikan pergerakan penumpang, okupansi rate hotel pun meningkat,” ujar Oka.

Di Bali, PT Laut Biru Bali tengah membangun proyek kondotel di kawasan Legian yang diberi nama Blue Ocean Condotel. Komisaris PT Laut Biru Bali Ali Shahab mengatakan, Blue Ocean Condotel saat ini merupakan satu-satunya kondotel di Legian yang tengah ditawarkan kepada publik.

Proyek yang ditargetkan rampung pada Desember 2018 ini, memiliki klasifi kasi bintang empat plus. “Blue Ocean Condotel merupakan proyek prestisius yang sedang kami kerjakan. Dengan menawarkan keindahan Pantai Legian yang merupakan kawasan premium di Bali, selain Pantai

Seminyak. Lokasi kondotel ini berada di pinggir Pantai Legian,” kata Ali. Dengan lokasi yang strategis dan dikelola oleh operator hotel internasional dari Australia, Mantra Group, Ali optimistis Blue Ocean Condotel layak menjadi pilihan utama investasi properti di Bali. Dalam tiga tahun pertama, dia menambahkan, investor akan mendapatkan Return Of Investment (ROI) sebesar 24%.

“Jadi dalam 8 tahun, investor sudah balik modal. Kami pun memberikan bagi hasil keuntungan setelah tiga tahun dengan persentase 65% untuk investor dan 35% buat manajemen. Kami juga menawarkan buy back guarrantee setelah 5 tahun kepada investor,” paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan keuntungan besar tersebut dikarenakan tingkat okupansi yang tinggi di kawasan Legian. Okupansinya, kata Ali, ditargetkan mencapai 80% di area pantai. Ditambah lagi de ngan meningkatnya wisatawan mancanegara di akhir 2016 meningkat 23,14%. “Mayoritas wisawatan asing yang berkunjung ke Legian berasal dari Australia, Prancis, German, Belanda, Italia, Swiss, New Zealand dan Rusia,” ucap dia.

Setelah membangun dua kondotel di kawasan Sanur dan Kuta Bali, Binakarya Group melalui anak usahanya PT Karya Cipta Makmur Abadi menambah portofolio proyek properti dengan membangun Mercure Bali Seminyak yang merupakan kondotel bintang empat yang berlokasi di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Bali.

Binakarya Group menginvestasikan dana sebesar Rp300 miliar. Adapun untuk pengelolaan Binakarya Group menunjuk Accor Hotels. “Dengan dukungan dari operator hotel yang profesional, kami optimis bisnis kondotel ini dapat memberikan keuntungan lebih dan menjanjikan bagi para investor,” kata Go Hengky Setiawan, Direktur Binakarya Group.

Sedangkan Kurnia Land Group setelah mengembangkan Sahid Eminence Ciloto Puncak, Jawa Barat, akan mengembangkan kondotel di Bali, Bandung, dan Bintan Kepulauan Riau dengan manajemen Melia Hotels International. Di Bali, akan dibangun kondotel berkonsep resort bernama Sol House Jimbaran di atas lahan seluas 1,3 ha dengan investasi sebesar Rp 200 miliar.

Sementara di Bintan akan dikembangkan Melia Bintan dengan investasi sebesar Rp300 miliar yang juga mengusung konsep resor, lengkap dengan fasilitas hutan bakau yang menjadi andalannya.

Henny Lim, Komisaris Utama Kurnia Land Group, kepada Kompas.com mengatakan, dipilihnya Melia Hotels International adalah karena Bali dan Bintan merupakan destinasi wisata yang tak asing di mata pelancong mancanegara. “Keduanya punya daya magnit kuat untuk dikunjungi turis asing seperti Eropa, Singapura, Australia, dan Amerika,” imbuh Henny.

Kurnia Land Group juga akan mengembangkan kondotel di Bandung, Jawa Barat bernama Sahid Cleveland. Kendati memiliki lahan seluas 6 ha, namun tidak seluruhnya akan dikembangkan. Hanya 15% dari total lahan yang akan menjadi kondotel sebanyak 370 unit. Sisa lahannya akan digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas eco-tourism.

Kurnia Land merogoh kocek Rp 200 miliar untuk mengembangkan Sahid Cleveland Bandung. Untuk mendapatkan unit-unit tipikal dengan ukuran terkecil 35 m2, investor harus membayar sekitar Rp1 miliar. MPI/YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com