Seberapa Besar Untung Berinvestasi di Bisnis Kondotel (2)

Big Banner

Pengembangan kondotel banyak dilakukan di kawasan wisata. Di kawasan Bogor, saat ini Eureka Group, melalui kelompok usahanya PT Nusa Raya Pro pertindo (NRP) sedang mengembangkan kondotel.

Perusahaan telah mengambil alih pengembangan proyek Apartemen Green Valley Bogor, di kawasan Bogor Nirwana Resort (BNR) yang kini berganti manajemen dan nama menjadi Bogorienze Hotel. Di atas lahan seluas 4 hektare akan dibangun dua tower dengan konsep holiday kondo dan kondotel.

Target pasar yang dibidik adalah untuk aktivitas MICE (meeting, incentives, conferences, and event). “Potensi ini terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di kawasan tersebut, yang rata-rata mencapai di atas 80%,” ungkap Lukman Purnomosidi, Direktur Utama PT NRP.

Kota Bogor, ujar Agus, saat ini berkembang pesat sebagai kota wisata dan jasa. Kontribusi PAD dari bisnis hotel dan restoran menjadi kedua terbesar, sehingga sektor ini layak mendapat perhatian lebih serius.

Pihak manajemen Hotel Salak yakin industri hotel di daerah tersebut masih akan terus berkembang. “Ibarat orang kalau mau cari kain ke Tanah Abang, maka kalau MICE pasti ke Bogor. Lokasinya dekat Jakarta, infrastruktur nya bagus dan suasana alamnya masih indah lagi sejuk,” ungkap Agus.

Sementara PT Indra Megah Makmur sedang mengembangkan kondotel Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort di Ciloto, Bogor, Jawa Barat. Rencananya pemba ngunan Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort yang menelan investasi sebesar Rp180 miliar akan memakan waktu selama 2 tahun dan rencananya akan mulai soft-opening pada Desember 2019.

Nicholas Soemitro Hidayat, Chief Executive Offi cer (CEO) PT Indra Megah Makmur mengatakan, daerah Puncak atau Ciloto sejak dulu hingga sekarang tetap menjadi tujuan wisata akhir pekan bagi warga Jabodetabek. Jarak yang relatif dekat, udara yang segar dan dingin, pemandangan alam yang masih alami serta banyaknya tempat-tempat yang menarik di daerah Puncak membuat daerah Puncak tidak saja menarik warga Jabodetabek tetapi juga wisatawan nusantara, bahkan mancanegara.

Fritz Bonar Panggabean, Chief Marketing Offi cer PT Indra Megah Makmur, jumlah traffi c kendaraan roda empat yang melewati Ciawi menuju Puncak pada saat akhir pekan dapat mencapai 15.000–20.000 kendaraan per hari. Sementara saat hari raya seperti libur le baran yang lalu jumlah ini melonjak menjadi 57.000 kendaraan per hari. “Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang masuk ke daerah Puncak setiap akhir pekan.

Fritz menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) pertumbuhan jumlah wisatawan ke kawasan Puncak meningkat sebesar rata-rata 3,9% per tahun yakni sebanyak 1.102.608 orang pada 2004 dan 1.335.443 orang pada 2015. Dengan pertumbuhan yang sama maka diperkirakan terdapat 1,74 juta wisatawan pada 2016.

“Sebaliknya, kami mencatat di Puncak hingga saat ini hanya terdapat sekitar 24 hotel dengan total 1.825 kamar, dan tentunya jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan wisatawan. Peluang inilah yang menjadi salah satu latar belakang kami untuk membangun sebuah hotel yang menawarkan layanan berkualitas,” kata Fritz.

Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort dibangun di atas lahan seluas 1,24 ha, di ketinggian ±1.200 mdpl dan memiliki suhu rata-rata 22-26C dengan view Gunung Gede-Pangrango. Aston Ciloto Puncak Hotel & Resort akan merangkum 186 kamar dan 9 unit villa. Dari 186 kamar developer melepas hanya 100 unit yang diperuntukan bagi investor dengan harga Rp1,5 – Rp1,7 miliar dan ukuran kamar 37.5 m2.

“Perusahaan memberikan 20% jamin an return of investment (ROI) pada dua tahun pertama, serta 65% berbagi keuntungan mulai tahun ketiga dan seterusnya. Investor juga akan mendapatkan 30 voucher free stay yang bisa digunakan kapan saja untuk menginap,” ujar Fritz. MPI/YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com