Jelang IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Alam Sutera Kebut Pembangunan Patung GWK

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata itu mencapai 5 juta orang per tahun saat pembangunannya rampung tahun depan. Saat ini jumlah wisatawan ke GWK mencapai 1,5 juta orang per tahun dengan dominasi pelancong lokal sebanyak 75%. Konstruksi patung karya pematung terkenal I Nyoman Nuarta itu sudah mencapai 60%.

KEPALA GARUDA: Nampak bagian muka patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Patung GWK terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton yang diklaim memiliki kekuatan tahan gempa dan angin selama 100 tahun. Foto: dok Fajar Rasdianto.

KEPALA GARUDA: Nampak bagian muka patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Patung GWK terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton yang diklaim memiliki kekuatan tahan gempa dan angin selama 100 tahun. Foto: dok Fajar Rasdianto.

Patung setinggi 120 meter dengan bentang sayap Garuda 60 m itu berdiri di ketinggian 144 meter di atas permukaan laut (dpl), sehingga total ketinggian dari puncak patung mencapai 264 m. Patung GWK dibangun di atas podium dan area lobi. Di atas lobi akan tersedia museum gallery and view tiga lantai dan akses menuju lantai 21 yang berada tepat di sayap Garuda.

“Jika patung sudah jadi akan terlihat Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 120 meter. Dari situ (area sayap Garuda) pengunjung bisa menikmati Bali secara keseluruhan” kata Direktur Operasi dan Pembangunan PT Garuda Adhimarta Indonesia (Grup Alam Sutera) Seno Andhikawanto kepada housing-estate.com di Bali pekan lalu.

GWK adalah komplek taman budaya seluas 60 ha di Pecatu, Kabupaten Badung, Nusa Dua, Bali, dengan patung Garuda dan Wisnu sebagai objek utamanya. Rencananya akan dikembangkan dalam tiga tahap. Yaitu, area Culture Park (20 ha), fasilitas pendukung (20 ha) dan infrastruktur (20 ha). “Saat ini yang sudah di-develop sekitar 20 persen dari area culture park dan infrastruktur seperti pedestal,” ujar Seno.

Setelah konstruksi patung rampung, pengembang akan fokus pada pembangunan fasilitas pendukung pertama, yaitu kondominium hotel (kondotel) setara hotel bintang empat berisi 300 kamar dengan tarif sewa Rp700 ribu-1 juta per malam. “Paling cepat tahun 2019 kita mulai bangun,” ungkapnya.

Seno optimis pasar kondotel di Bali masih terbuka lebar karena keterbatasan suplai. Terlebih Oktober 2018 Bali diplot sebagai tempat pertemuan besar IMF-World Bank Annual Meeting 2018 yang mendatangkan belasan ribu delagasi dari 189 negara. “Akan ada sekitar 15 ribu peserta yang berkunjung ke Bali (dalam pertemuan tahunan itu) dan GWK terpilih sebagai host country reception atau penjamu makan malam kenegaraan. Saat ini di Nusa Dua hanya ada 5.000 kamar. Bisa dibayangkan permintaan kamar hotel akan pecah kemana-mana saat pertemuan itu berlangsung,” pungkas Seno.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me