Jayaboard Bangun Lima Rumah Keluarga Miskin di Gresik dalam 30 Hari

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Produsen papan gipsum Jayaboard, USG Boral Indonesia, membangun lima rumah layak huni bagi warga miskin di Dusun Kidul, Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wiringinanom, Gresik (Jawa Timur), bekerja sama dengan Habitat For Humanity (HFH) Indonesia. Kelima rumah seluas masing-masing 32 meter persegi (m2) itu dirancang dengan konsep rumah tumbuh agar kelak dapat dikembangkan sendiri oleh pemiliknya. “Warga (miskin) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah (untuk mendapatkan rumah yang layak huni), butuh uluran tangan dari banyak pihak termasuk swasta,” kata Presiden Direktur USG Boral Indonesia Yan Xu melalui siaran pers di Gresik, Senin (4/9/2017).

Presiden Direktur USG Boral Indonesia Yan Xu bersama salah satu warga prasejahtera penerima bantuan restorasi rumah di Dusun Kidul, Desa Kesamben Kulon, Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Foto dok Jayaboard.

Presiden Direktur USG Boral Indonesia Yan Xu bersama salah satu warga prasejahtera penerima bantuan restorasi rumah di Dusun Kidul, Desa Kesamben Kulon, Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Foto dok Jayaboard.

Pembangunan menggunakan dua produk Jayaboard, papan gipsum tahan panas Heat Stop untuk partisi dinding ruang dalam dan beton ringan Durock untuk dinding luar. “Karena itu proses pembangunan rumah hanya butuh 30 hari. Rumah juga terasa lebih sejuk karena memakai produk gypsum Jayaboard yang mampu meredam panas,” jelasnya.

Pembangunan rumah menggunakan beton ringan Durock dari USG Boral untuk dinding luar. Foto dok Jayaboard.

Pembangunan rumah menggunakan beton ringan Durock dari USG Boral untuk dinding luar. Foto dok Jayaboard.

Sementara Senior Manager Strateguc Project HFH Indonesia Eddy Sianipar mengatakan, dusun itu dipilih karena terbilang desa termiskin di Gresik berdasarkan data Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Gresik. Sebagian besar warga dusun adalah buruh tani dengan rata-rata pendapatan Rp20-25 ribu/orang/hari. “Jika cuaca terik seperti saat ini, warga kesulitan mendapatkan air sehingga sawah-sawah kering,” katanya.

Tercatat 600 kepala keluarga di dusun itu masuk kategori miskin dan rentan miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni. “Ada yang lantainya masih tanah dengan dinding dari bambu. Banyak lubang pada atapnya sehingga kalau kemarau kepanasan, saat hujan kehujanan,” terangnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me