Kendalikan Jajan Camilan, Duitnya Ditabung Buat Beli Rumah

Big Banner

 

Foto: Rumah123/iStock

Salah satu penyebebab milenial ga bisa beli hunian disinyalir karena ga bisa menabung. Ke mana uang mereka? Selain untuk membiayai gaya hidup yang tak murah, sebut saja beli gadget terbaru, travelling, nongkrong di kafe dan mal, ada satu hal lagi yang menyusutkan isi kantong mereka yakni ‘menyumbang’ pada perusahaan-perusahan besar berskala dunia. Lho kok? Emang Iya?

Coba deh, tanpa kamu sadari setiap hari ada saja produk dari 10 perusahaan besar di dunia yang kamu konsumsi. Tampaknya ini perkara sepele buat para milenial, tapi tak begitu untuk 10 perusahaan besar tersebut. Harga produk mereka memang tak seberapa alias terjangkau bagi kebanyakan milenial. Tapi, kalau belinya setiap hari dan cakupan pembelinya seluruh dunia?

Ya, betul sekali. Perusahaan-perusahaan tersebut terus saja menjadi kaya, sementara kamu, para milenial, mau beli rumah saja susah. Bukan karena tak ada duitnya, tapi duitnya tak bersisa lagi untuk ditabung sedikitpun. Jajan camilan, misalnya, susah sekali untuk dihentikan. Padahal, kalau kamu bisa mengontrol pengeluaranmu, maka 10 perusahaan besar itu tak akan bisa mengontrol kamu.

Baca juga: Disiplin Menabung, Kunci Tercapainya Dana DP Rumah

Mau tahu 10 perusahaan besar tersebut? Mari kita lihat seperti diwartakan time.com pada 7 April 2017, yang bersumber dari Business Insider.

Di dunia ini hanya 10 perusahaan yang menguasai hampir semua merek makanan dan minuman besar. Perusahaan tersebut yakni: Nestlé, PepsiCo, Coca-Cola, Unilever, Danone, General Mills, Kellogg’s, Mars, Associated British Foods, dan Mondelez. Masing-masing perusahan tersebut menghasilkan miliaran dolar Amerika setiap tahunnya.

Kamu, kaum milenial, mungkin ga sadar bahwa sebenarnya merek-merek besar perusahan tersebut yang pegang kendali atas apa yang kamu beli. Jadi, meleklah! Inilah rincian dari 10 perusahaan yang memiliki merek dan produk yang kamu gunakan setiap hari:

Kellogg’s

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$13 miliar

Selain Froot Loops dan Frosted Flakes, Kellogg’s juga punya produk non-sereal bermerek: Eggo, Pringles, dan Cheez-It.

Associated British Foods (Makanan Inggris Terkait)

Foto: Rumah123/iStock

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$ 16,8 miliar

Perusahaan Inggris ini memiliki merek teh Dorset Cereals and Twinings, begitu juga dengan retailer Primark.

General Mills

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$ 16,6 miliar

General Mills terkenal dengan sereal: Cheerios dan Chex, tapi juga memiliki merek Yoplait, Hamburger Helper, Haagen-Dazs, dan Betty Crocker.

Danone

Foto: Rumh123/iStock

Pendapatan 2016: US$23,7 miliar

Terkenal dengan produk yoghurt: Activa, Yocrunch, dan Oikos, Danone juga menjual produk nutrisi medis dan air kemasan.

Mondelez

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$25,9 miliar

Merek perusahaan snack-centric ini termasuk Oreo, Trident gum, dan Sour Patch Kids.

Mars

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$35 miliar

Mars terkenal dengan merek cokelatnya: M & M, tapi juga memiliki beras Paman Ben, Starburst, dan Orbit.

Coca-Cola

Foto: Rumah123/iStock

 

Pendapatan 2016: US$41,9 miliar

Coca-Cola memproduksi bukan hanya minuman bersoda, juga merek minuman Dasani, Fuze, dan Honest Tea.

Unilever

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$48,3 miliar

Daftar merek Unilever beragam mencakup semprotan tubuh AX, teh Lipton, es krim Magnum, dan mayones Hellmann.

PepsiCo

Foto: Rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$ 62,8 miliar

Selain Pepsi dan soda lainnya, PepsiCo juga memiliki merek: Quaker Oatmeal, Cheetos, dan Tropicana.

Nestlé

Foto: rumah123/iStock

Pendapatan 2016: US$ 90,2 miliar

Merek Nestlé mencakup makanan bayi: Gerber, Perrier, DiGiorno, dan Hot Pockets – plus, juga merek permen: Butterfinger dan KitKat.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me