Green Pramuka Harap Kejaksaan Percepat Pembatalan Proses Hukum Acho

Big Banner

Pengelola Apartemen Green Pramuka berharap Kejaksaan Jakarta Pusat segera mempercepat pembatalan proses hukum komika Muhadkly MT alias Acho yang telah disepakati kedua belah pihak diselesaikan secara damai.

Pada16 Agustus 2017 lalu, Green Pramuka bersama kuasa hukumnya Muhammad Rizal Siregar sudah mengajukan surat permohonan penghentian perkara (SP3) kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Pihak Green Pramuka memohon kepada Kajari agar perkara dengan komika Muhadkly MT alias Acho dihentikan penuntutannya karena telah terjadi Kesepakatan Penyelesaian Sengketa tertanggal 15 Agustus 2017 yang dibuat oleh dan antara Green Pramuka selaku pelapor dengan Muhadkly MT alias Acho selaku terlapor.

“Jadi kami kan bulan lalu di Mapolda Metro Jaya telah sepakat untuk menyelesaikan ini secara damai dan kekeluargaan. Namun ada proses pembatalan proses hukum di tingkat Kejaksaan,“ tutur Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin, mengutup rilis yang diterima mpi-update (11/09).

Menurut Jeffry dalam pertemuan antara pengelola Apartemen Green Pramuka dan Acho pada awal Agustus 2017 telah disepakati untuk merumuskan kesepakatan-kesepakatan yang akan diajukan oleh masing-masing pihak berkaitan dengan upaya damai tersebut.

Meski demikian, rupanya berkas perkara Acho telah terlanjur dinyatakan lengkap dan dilimpahkan keKejaksaan Jakarta Pusat untuk itu perlu dilakukan pencabutan pelaporan yang kemudian ditindak lanjuti oleh pihak Kejaksaan.
Mengenai kelanjutan perkara setelah penyerahan surat permohonan penghentian perkara kuasa hukum Green Pramuka Muhammad Rizal Siregar mengatakan

“Kami sangat peduli hukum dan peraturan yang ada. Saatini surat permohonan yang menjadi permintaan kepolisian dan kejaksaan sudah diterima oleh kejaksaan, kelanjutannya adalah bagiannya penegak hukum. Kalau berdasarkan yang kami dapatdari pihak kejaksaan belum ada informasi berapa lama pencabutan perkara ini akan selesai, yang disampaikan bahwa mereka akan mengkaji secara internal terlebih dahulu”. Katanya.

Jeffry Yamin berharap perselisihan dengan Acho menjadi kejadian terakhir dan pada masa mendatang para penghuni apartemen Green Pramuka City dapat mengedepankan proses musyawarah. Ia sangat berharap komunikasi yang lebih baik dapat semakin terjalin diantara pengelola dan penghuni apartemen. Tidak ada pihak yang harus saling dirugikan. “Semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.

Alangkah eloknya, lanjutnya, jika keluhan disampaikan terlebih dahulu kepada kami. Tidak perlu membuka persoalan keluar. Ibarat rumah tangga, apartemen adalah rumah tangga besar. Jadi sebetulnya tidak ada persoalan yang bisa di selesaikan selama ada komunikasi.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me