Hunian TOD Adhi Karya Dipatok Rp15-Rp20 Juta per Meter Persegi, Mau?

Big Banner

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Saat ini pembangunan hunian TOD (transit oriented development) sedang jadi buah bibir. Proyek hunian besutan Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) ini akan berdiri di beberapa stasiun, antara lain Stasiun Tanjung Barat, Pondok Cina, dan Bogor.

Hunian TOD yang terintegrasi dengan kereta ringan (Light Rail Transit/LRT), juga dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Wilayah pengembangannya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

Baca juga: Makin Ngetren, Konsep TOD Segera Diterapkan ADHI

Adhi Karya memasarkan hunian TOD-nya sejak Juli 2017. Rencana groundbreaking akan dilaksanakan sekitar Oktober 2017 mendatang. Lokasinya di Stasiun LRT Jati Cempaka, Bekasi, dengan nama Gateway Park.

Kalau kamu berminat pada hunian TOD yang berlokasi strategis ini, bisa membayar uang tanda jadi (booking fee) sebesar Rp10 juta dan langsung memilih unit. Harga unitnya mulai Rp15 juta per meter persegi hingga Rp20 juta per meter persegi.

Start-nya harga Rp15 juta per meter persegi, tapi semakin lama kan naik juga harganya. Kalau untuk kisarannya Rp15 juta sampai Rp20 juta per meter persegi. Tergantung pada masing-masing unitnya,” kata Direktur Operasi PT Adhi Karya, Budi Saddewa Soediro, seperti dikutip Okezone, Sabtu (9/9).

Baca juga: Hunian TOD Pondok Cina Lebih Murah Daripada yang di Tanjung Barat, Mau?

LRT City Jaticempaka dikembangkan di atas lahan seluas 5,9 hektare dengan dana investasi sebesar Rp1,9 triliun. Pembangunan tahap 1 akan diselesaikan pada akhir 2019. Sedangkan pembangunan secara keseluruhan dengan total jumlah unit 5.788, diperkirakan rampung pada 2025.

“Dalam konteks investasi di bidang properti, memiliki apartemen di LRT City Jaticempaka merupakan sebuah investasi masa depan yang memberikan potensi keuntungan yang bagus. Dengan harga awal Rp15 juta per meter persegi. Nilai ini akan terus meningkat setiap tahunnya,” kata Project Manager Property LRT City Jaticempaka, Ibnu Mahmud Junaidi, dikutip dari sumber yang sama.

rumah123.com