Asyik, Hunian TOD di Bogor Selesai 2019

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Buat kamu yang sedang mencari hunian dan akrab dengan transportasi umum berupa kereta commuter line, ada kabar gembira nih! Kamu bisa tinggal di hunian yang dekat stasiun kereta.

PT Waskita Karya Realty (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan sekitar Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Badai Besar Datang, Industri Properti Bakal Terancam?

Kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman Sinergi TOD kawasan Stasiun Bogor di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Baca juga: Tinggal di Wilayah Rawan Bencana? Perencanaan Kawasan Jadi Solusinya

“Baru pertama kalinya Waskita utilize lahan KAI, lahan ini punya nilai komersial. Semoga proyek berjalan lancar,” ujar Direktur Utama Waskita Karya, M. Cholik.

Dia menyatakan, groundbreaking proyek ini akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Sedangkan pembangunan hunian vertikalnya dijadwalkan selesai pada Oktober 2019 mendatang.

Baca juga: Edukasi Properti Itu Penting Banget Buat Milenial

Wali Kota Bogor menyambut baik kerja sama dua BUMN tersebut untuk membangun hunian vertikal di Bogor. Dia menceritakan bahwa ratusan ribu orang menggunakan commuter line dari Bogor setiap hari.

Dia berharap kerja sama ini bisa menjadi solusi masalah kemacetan dan juga perumahan di Bogor. Masyarakat bisa tinggal di hunian yang memiliki akses mudah ke transportasi umum.

Baca juga: Bangunan Berusia 117 Tahun Runtuh Karena Hujan Deras, Hati-hati Ya Kalau Musim Hujan

Proyek hunian vertikal ini berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Nantinya kompleks hunian ini terdiri atas 8 menara apartemen setinggi 18 lantai.

Secara keseluruhan akan ada 1.500 unit apartemen, sekitar 25-30 persen di antaranya diperuntukkan bag  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: 5 Kebakaran Gedung Pencakar Langit di Jakarta

Sayangnya, harga hunian ini belum ditetapkan. Menteri BUMN menyatakan sejumlah pihak terkait masih mengkaji berapa besaran harga untuk MBR dan non-MBR.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me